Pelayanan Puskesmas Batu Putih Dikeluhkan Warga: Bertele-Tele, Tak Ramah, dan Diduga Pungli

- Redaktur

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Puskesmas Batu Putih yang tidak profesional dan cenderung bertele-tele. @by_News9.id

FOTO: Kantor Puskesmas Batu Putih yang tidak profesional dan cenderung bertele-tele. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Potret pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Kali ini, keluhan datang dari warga Kecamatan Batu Putih yang menilai pelayanan di Puskesmas Batu Putih tidak profesional dan cenderung bertele-tele.

Sejumlah warga menyebut, sikap petugas di puskesmas tersebut kerap tidak ramah, bahkan dinilai diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Saya kecewa dengan pelayanan di Puskesmas Batu Putih. Petugasnya tidak tanggap dan cenderung bertele-tele saat melayani pasien,” ujar Suadi, warga Batu Putih, dengan nada kesal, Sabtu (25/10/2025).

Suadi menuturkan, keluarganya pernah mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari petugas puskesmas.

Baca Juga:  Ramadan 1447 H: Satgas Pangan Sampang Kawal Stok dan Harga

Saat hendak mengganti cairan infus pasien, keluarga pasien justru diminta mengecek sendiri kondisi pasien.

Lebih parah lagi, petugas menjawab dengan nada tinggi dan wajah memerah.

“Harusnya petugas kesehatan itu melayani dengan sabar dan empati, bukan malah marah-marah. Ini pelayanan publik, bukan tempat menunjukkan emosi,” tegasnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga enggan berobat ke puskesmas terdekat lantaran khawatir menghadapi pelayanan yang dinilai tidak manusiawi dan tidak profesional.

Baca Juga:  Semarak HUT RI, Siswa MTs Darul Qur’an Srono Tampil Kompak di Gerak Jalan

Selain itu, warga juga menyoroti adanya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp30 ribu bagi masyarakat yang mengurus surat keterangan sehat di puskesmas tersebut.

“Kalau satu hari ada sepuluh orang yang minta surat sehat, berarti ada Rp300 ribu yang masuk. Pertanyaannya, apakah pungutan itu memang diatur oleh regulasi? Kalau tidak, jelas ini pelanggaran,” tambah Suadi.

Praktik seperti itu, menurut warga, mencoreng citra pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep yang seharusnya berorientasi pada kemanusiaan dan profesionalitas.

Baca Juga:  MBG Darul Arqom di Lenteng Barat Diduga Sajikan Makanan Berjamur ke Anak Sekolah

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Batu Putih belum dapat dikonfirmasi.

Upaya wartawan News9.id untuk menghubungi yang bersangkutan terkendala komunikasi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru