Setelah Gelombang Protes, Pilkades Sampang Akhirnya Dapat Restu Digelar 2026

- Redaktur

Rabu, 12 November 2025 - 05:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer ilustrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2026. @by_News9.id

Flyer ilustrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2026. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Setelah berbulan-bulan diwarnai aksi protes dan ketegangan sosial, Pemerintah Kabupaten Sampang akhirnya mendapat sinyal hijau dari Kementerian Dalam Negeri untuk menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2026.

Namun di balik kabar baik ini, terselip sederet catatan krusial yang menuntut kesiapan serius dari pemerintah daerah.

Kabar restu tersebut disampaikan Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, usai melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, Mendagri menyetujui pelaksanaan Pilkades 2026 dengan syarat ketat, administrasi harus beres, keamanan dijamin, dan anggaran tersedia.

“Intinya tadi ada beberapa poin yang kami konsultasikan, salah satunya soal tuntutan masyarakat terkait Pilkades 2026. Pemerintah pusat memberi lampu hijau, asal semua prasyarat dipenuhi,” ujar Rudi, Selasa (11/11).

Kabar ini datang setelah rentetan aksi massa yang sempat mengguncang Sampang. Ribuan warga turun ke jalan, mendesak agar Pilkades digelar tahun 2025, bukan ditunda.

Baca Juga:  Satbinmas Polres Lamongan Berikan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan dan Judi Online di SMKN 1 Lamongan

Aksi tersebut bahkan berujung bentrok dengan aparat kepolisian di beberapa titik.

Ketegangan sosial itu mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap kebijakan penundaan yang dinilai tak berpihak pada demokrasi di tingkat desa.

Di sisi lain, pemerintah daerah beralasan penundaan dilakukan demi alasan keamanan dan keterbatasan anggaran.

Kini, setelah keputusan 2026 diumumkan, pertanyaannya: apakah pemerintah daerah benar-benar siap menjawab tuntutan publik dan menata ulang kepercayaan warga?

Mendagri, kata Rudi, meminta agar Pemkab Sampang tidak sekadar mengejar pelaksanaan Pilkades, tapi juga memastikan stabilitas sosial tetap terjaga.

“Pemerintah pusat memahami dinamika di Sampang. Keamanan dan kondusifitas menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD bersama Pemkab akan segera membahas anggaran Pilkades melalui rapat Badan Anggaran (Banggar).

Baca Juga:  Pimpinan Rutan Diganti, Thoha Ambil Alih Kendali Pemasyarakatan Sumenep

Namun Rudi mengingatkan, kemampuan keuangan daerah tetap menjadi faktor penentu.

“Belum ada kesepakatan final antarfraksi soal alokasi anggaran Pilkades 2026. Kita lihat nanti seberapa siap APBD menanggungnya,” kata politikus NasDem itu.

Pilkades di Sampang bukan sekadar soal memilih kepala desa baru.

Ia menjadi simbol ujian demokrasi di tingkat akar rumput, di mana suara warga desa kerap kali tersandera oleh tarik ulur politik, keamanan, dan birokrasi.

Keterlambatan penyelenggaraan Pilkades bisa berarti perpanjangan kekuasaan pejabat sementara, yang acap kali menimbulkan ketegangan baru di masyarakat.

Baca Juga:  Kiai Imam Hasyim Kunjungi Pesantren Al Hidayah, Tegaskan Komitmen Membangun Kepulauan

Dalam konteks itu, keputusan Kemendagri memberikan izin pada 2026 memang membawa kelegaan, tapi juga sekaligus menjadi tantangan besar bagi Pemkab Sampang untuk membuktikan kapasitasnya mengelola demokrasi lokal secara sehat dan tertib.

Jika pemerintah daerah gagal memanfaatkan waktu dua tahun ini untuk menyiapkan segala aspek dengan matang dari anggaran, regulasi, hingga jaminan keamanan maka Pilkades 2026 berpotensi kembali menjadi bara di tingkat desa.

News9.id mencatat, di balik restu yang diberikan pusat, masih ada pekerjaan rumah besar yang menanti memastikan Pilkades bukan hanya digelar, tapi juga benar-benar menjadi pesta demokrasi rakyat desa yang damai, transparan, dan bermartabat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC
Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB