PROBOLINGGO, NEWS9 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa tingkat desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak ditentukan berdasarkan satu indikator kondisi ekonomi rumah tangga.
Koordinator BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, mengatakan desil merupakan hasil pengolahan dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan berbagai variabel dan sumber data yang menjadi dasar dalam DTSEN.
“Desil merupakan hasil pengolahan dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan berbagai variabel dan sumber data yang menjadi dasar dalam DTSEN,” kata Lilik kepada wartawan News9.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (20/8/2026).
Menurut Lilik, penentuan desil tidak hanya mengacu pada pendapatan, kondisi rumah, kepemilikan kendaraan, atau pekerjaan.
Berbagai informasi sosial ekonomi rumah tangga diolah untuk menghasilkan peringkat kondisi sosial ekonomi yang kemudian dikelompokkan ke dalam desil.
Karena itu, kata dia, masyarakat yang membandingkan kondisi seseorang di lapangan dengan desil yang tercatat dapat menemukan perbedaan.
Kondisi rumah yang tampak sederhana, misalnya, belum tentu menggambarkan keseluruhan kondisi sosial ekonomi rumah tangga tersebut.
“Desil menggambarkan posisi relatif berdasarkan keseluruhan informasi yang digunakan dalam pengolahan data, bukan penilaian berdasarkan satu kondisi yang terlihat secara langsung,” ujarnya.
Lilik mengatakan ketidaksesuaian data tetap dapat diperbaiki apabila kondisi sosial ekonomi masyarakat telah berubah atau terdapat informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Pemerintah menyediakan mekanisme usulan dan sanggah data melalui SIKNG dan kanal DTSEN.
Menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk memperbarui data berdasarkan kondisi terbaru. Pemutakhiran juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas DTSEN.
“Desil bukanlah label yang bersifat permanen terhadap seseorang atau keluarga, melainkan hasil pengolahan data yang dapat berubah apabila data dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga juga berubah,” kata Lilik.
Ia mengatakan pertanyaan masyarakat mengenai hasil desil perlu dilihat sebagai bagian dari proses pemutakhiran data. Masukan dari warga dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas data agar semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. ***
Penulis : Ari
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









