Kematian Napi di Rutan Sumenep Janggal: Tanggal Beda, Aktivis Curiga Ada Fakta Disembunyikan

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Seorang warga binaan berinisial N, terpidana kasus penyalahgunaan narkoba asal Kecamatan Pragaan, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Sumenep.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Kamis, 20 November 2025, dan sempat menggegerkan penghuni rutan. Namun keterangan resmi dari pihak rutan justru berbeda.

Dalam laporan MaduraExpose.com, Kasubsi Layanan Tahanan Teguh Dony Efendi, membenarkan adanya kematian tersebut.

Ia menyatakan korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengikuti program pembinaan kerja.

“Dia meninggal di bengkel saat memperbaiki kipas lalu tersetrum,” ujarnya singkat, Senin (24/11/2025).

Namun, Teguh menyebut insiden itu terjadi pada 13 November 2025, sekitar sepekan lebih awal dari informasi internal rutan maupun dari sumber keluarga warga binaan.

Baca Juga:  Kasus Penganiayaan Pelajar di Pamekasan Memasuki Tahap Krusial

Perbedaan tanggal tersebut langsung menimbulkan sorotan tajam terhadap akurasi laporan rutan.

Hingga kini, pihak rutan belum mempublikasikan rekam medis, hasil visum, proses penanganan medis resmi, maupun bukti pendukung lain yang memperkuat klaim bahwa korban meninggal akibat sengatan listrik.

Baca Juga:  Anizatus Zairah Raih Juara Desain Logo Harjad Sumenep 2026

Minimnya transparansi tersebut memicu kecurigaan publik bahwa ada fakta penting yang sengaja tidak dibuka.

Aktivis muda Sumenep, Tolak Amir, menegaskan kematian warga binaan merupakan kejadian luar biasa (extraordinary incident) yang wajib diaudit menyeluruh.

“Harus ada audit penanganan medis, visum, dan investigasi transparan. Tanpa itu, publik punya alasan untuk curiga prosedur tidak berjalan,” tegasnya kepada media.

Ia juga menilai ketidaksinkronan tanggal kejadian sebagai alarm serius terhadap tata kelola informasi di lingkungan rutan.

“Jika tanggal kejadian saja tidak sinkron, bagaimana publik bisa percaya seluruh fakta disampaikan akurat?” tambahnya.

Tolak Amir memastikan ia bersama sejumlah aktivis siap mengawal kasus tersebut, bahkan membawanya ke ranah hukum jika tercium indikasi pengaburan fakta.

Baca Juga:  Sengketa Batas Tanah Berujung Penganiayaan, Pelaku Ditangkap Polisi

Hingga detik ini, pihak Rutan Kelas IIB Sumenep belum memberikan keterangan soal hasil investigasi internal, penerapan SOP penanganan darurat, dan pendampingan terhadap keluarga almarhum. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: TD (korban) penganiyaan oleh ibu kandungnya sendiri. @by_News9.id

HUKRIM

Ibu Diduga Aniaya Anak Kandung di Pamekasan hingga Tewas

Senin, 17 Agu 2026 - 21:19 WIB