Pusat Informasi Migas Diduga Mandul, Pengelola Akui Tak Punya Legalitas

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pengurus Komisariat PMII Universitas PGRI (UPI) Sumenep saat  menggelar aksi di kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas. @by_News9.id

FOTO: Pengurus Komisariat PMII Universitas PGRI (UPI) Sumenep saat menggelar aksi di kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar aksi di dua titik Gedung Pemerintah Kabupaten Sumenep dan kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas, Jumat (5/12/2025).

Aksi tersebut menyoroti mandeknya fungsi pusat informasi KKKS yang dianggap jauh dari kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dalam orasinya, Ketua PMII Komisariat UPI Sumenep, Diky Alamsyah, menuding keberadaan kantor KKKS sejak berdiri pada 2021 tak memberi manfaat nyata bagi publik.

“Sudah empat tahun berdiri, tapi masyarakat Sumenep tidak merasakan dampaknya. Bahkan, Lima perusahaan migas mengeruk SDA Sumenep, tapi informasi soal eksplorasi, produksi, hingga pendapatan, tidak pernah disampaikan ke publik,” teriak Diky.

Menanggapi desakan mahasiswa, Kabag Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep, Dadang Iskandar, mengakui bahwa pusat informasi KKKS memang memiliki fungsi edukasi dan transparansi.

“Jika kinerjanya tidak maksimal, mari kita kawal bersama. Kalau betul tidak berfungsi, kita bubarkan,” tegasnya di hadapan massa.

Pernyataan Dadang memantik sorotan lebih tajam terhadap keberadaan KKKS yang dinilai hanya papan nama tanpa fungsi nyata.

Baca Juga:  Kapolres Lamongan Hadiri Deklarasi Sinergi Ketahanan Pangan di SMK Miftakhul Ulum Solokuro

Drama memuncak ketika pengelola KKKS Sumenep, Zainul Ubbadi (Ubaidillah), memberikan keterangan yang membuat massa aksi terperanjat.

Dalam dialog terbuka, ia menyebut bahwa kantornya hanya bersifat humas dan “menunggu masyarakat meminta informasi”.

“Jika ada permintaan, kami pasti berikan. Kami menunggu masyarakat datang menanyakan informasi,” katanya.

Namun yang paling mengejutkan, ketika didesak soal legalitas penunjukannya sebagai pengelola KKKS, ia mengaku tidak pernah diangkat secara resmi.

“Saya ditunjuk tanpa tertulis… hanya ikut pelatihan saja,” ungkap Ubaidillah.

Saat ditanya apakah ia memiliki legitimasi formal, ia menjawab singkat, “Ya, saya tidak legal.

Baca Juga:  Dugaan Nepotisme Pengamanan Seismik Kangean, Warga Siap Gelar Aksi Susulan

Pengakuan tersebut langsung memantik sorakan massa dan mempertegas dugaan bahwa Pusat Informasi KKKS Sumenep selama empat tahun terakhir berjalan tanpa struktur yang sah dan tanpa mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Aksi tersebut menutup dengan tanda tanya besar, bagaimana mungkin pusat informasi yang bertugas menyampaikan data strategis migas dikelola oleh pihak tanpa legalitas?

Baca Juga:  Sumenep Darurat Banjir, DPRD Ingatkan: Tangani dari Hulu hingga Hilir

Di tengah kewajiban transparansi sektor migas yang menyangkut SDA dan masa depan ekonomi daerah kehadiran KKKS justru berubah menjadi lembaga misterius yang tidak jelas arah dan pertanggungjawabannya.

Sementara, publik kini menunggu langkah tegas Pemkab Sumenep mau pembenahan, evaluasi menyeluruh, atau benar-benar pembubaran seperti yang diutarakan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB