Abrasi Menggila di Masalembu, Proyek Tangkis Laut Diduga Asal Jadi: Jalan Poros Terancam Putus

- Redaktur

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Program pembangunan plengsengan atau tangkis laut yang direalisasikan tahun lalu. @by_News9.id

FOTO: Program pembangunan plengsengan atau tangkis laut yang direalisasikan tahun lalu. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pulau Masalembu, Madura, Jawa Timur, kian hari kian tergerus abrasi pantai yang semakin brutal.

Terjangan ombak besar di musim barat menghantam pesisir tanpa ampun, mengikis daratan sedikit demi sedikit, sementara upaya perlindungan dari pemerintah justru dinilai setengah hati dan sarat kejanggalan.

Parahnya, program pembangunan plengsengan atau tangkis laut yang direalisasikan tahun lalu justru tidak menyentuh titik pantai yang paling parah mengalami abrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, sebagian bangunan tangkis laut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai petunjuk teknis (juknis).

“Plengsengan yang dibuat itu tidak menepi di pinggir pantai, malah julur ke laut. Akibatnya ombak justru menghantam sisi pantai yang tidak terlindungi dengan lebih keras,” ungkap salah seorang warga Masalembu, Sabtu (10/1/2026).

Akibat kesalahan konstruksi tersebut, abrasi semakin mendekati badan jalan.

Baca Juga:  Teken Kerja Sama dengan Polresta dan BNNK, Lapas Banyuwangi Tegaskan Langkah Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

Fakta di lapangan menunjukkan jarak antara bibir pantai dengan jalan raya beraspal kini tersisa sekitar satu meter saja.

“Kalau diukur, tinggal satu meter lagi ke jalan aspal. Ini jelas bukti bahwa pembangunan tangkis laut tidak mengikuti juknis. Yang penting ada proyek dan bukti fisik, soal dampak dan keselamatan warga diabaikan,” tegas warga.

Untuk diketahui, jalan yang terancam abrasi tersebut merupakan jalan poros utama dari Tanjung Batu menuju Kampung Raas, yang juga menjadi jalur vital menuju Kecamatan Masalembu.

“Jika abrasi terus dibiarkan, bukan hanya akses transportasi yang terputus, tetapi juga aktivitas ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan warga akan lumpuh total,” tegasnya.

Sayangnya, hingga kini Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Bupati, dinilai tidak menunjukkan kepedulian serius terhadap kondisi darurat yang mengancam pulau kecil terluar tersebut.

Baca Juga:  Pembangunan Gedung Kejari Sumenep Molor, CV A.O Utama Terancam di Blacklist

Sementara itu, aspirasi warga Masalembu seolah tak pernah sampai ke telinga penguasa daerah.

“Masyarakat Masalembu seperti bukan lagi rakyatnya sendiri. Kami selalu dianaktirikan. Tapi setiap pemilu, kami diperlakukan seperti raja,” keluh warga dengan nada kecewa.

Menurutnya, abrasi pantai bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan warga dan keberlangsungan Pulau Masalembu.

Baca Juga:  Polagan Melaju ke Ajang Kampung Berseri Jatim 2025, Tim Verlap Tinjau Langsung 

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep segera turun langsung ke lokasi, mengevaluasi proyek tangkis laut yang diduga bermasalah, serta mengambil langkah konkret sebelum bencana yang lebih besar benar-benar terjadi.

“Jika pemerintah terus abai, bukan tidak mungkin Masalembu hanya tinggal nama dalam peta,” pungkas warga sebut saja Aliskun.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi redaksi News9.id terhadap pihak terkait belum membuahkan hasil lantara terkendala kmunikasi. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB