SUMENEP, NEWS9 – Kehadiran Camat Masalembu yang baru, Ainul Yaqin, menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, baru sekitar tiga hari masuk kantor setelah resmi menggantikan camat sebelumnya, Ainul Yaqin dikabarkan sudah kembali berangkat ke daratan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan komitmen camat baru untuk benar-benar hadir dan menjalankan tugas pemerintahan di wilayah kepulauan yang membutuhkan pelayanan langsung dan berkelanjutan.
Ironisnya, sebagian warga mengaku belum mengetahui secara jelas siapa camat baru yang kini memimpin Kecamatan Masalembu.
Sebab, kehadiran camat baru sejauh ini lebih banyak diketahui melalui agenda serah terima dan pelepasan camat lama, kemudian dilanjutkan dengan Muscam.
“Baru beberapa hari masuk kantor, sekarang sudah berangkat lagi ke daratan. Bagaimana masyarakat bisa mengenal camat baru kalau keberadaannya saja tidak lama di Masalembu,” ujar Maktub Syarif, Kamis (1/10/2026).
Warga berharap pergantian pimpinan Kecamatan Masalembu tidak sekadar menjadi seremoni pergantian jabatan.
Camat baru diminta menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat, terutama dalam mengawal pelayanan publik, pemerintahan desa, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga berbagai persoalan masyarakat kepulauan.
Masalembu bukan wilayah yang bisa diperlakukan seperti kecamatan di daratan. Akses transportasi yang terbatas membuat keberadaan pimpinan pemerintahan di wilayah tersebut menjadi sangat penting.
Sejumlah warga bahkan mempertanyakan sampai kapan Masalembu akan mendapatkan camat yang benar-benar fokus mengabdi dan hadir untuk masyarakat.
“Jangan sampai kantor kecamatan hanya menjadi tempat singgah bagi pejabat. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir dan bekerja,” tegasnya.
Keluhan tersebut juga menyoroti pola kerja sebagian aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai warga kurang menunjukkan komitmen terhadap tugas di wilayah kepulauan.
Namun, penilaian mengenai kedisiplinan dan kinerja setiap ASN tentunya perlu dibuktikan melalui data kehadiran dan mekanisme pengawasan resmi.
Kini, masyarakat menunggu apakah kepemimpinan baru ini benar-benar membawa perubahan atau justru kembali menghadirkan persoalan lama, camat datang singgah, kemudian kembali ke daratan.
“Pertanyaannya sederhana, sampai kapan masyarakat Masalembu harus menunggu pemimpin kecamatan yang benar-benar hadir dan mengabdi di tengah masyarakat,” tandasnya.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Camat Masalembu Ainul Yaqin melalui aplikasi WhatsApp belum mendapatkan respons.
Pesan yang dikirim masih menunjukkan tanda centang satu, sehingga belum diperoleh penjelasan langsung mengenai keberadaannya di daratan maupun agenda kedinasan yang sedang dijalankan. ***
Penulis : Nola
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









