Masalembu di Ambang Tenggelam, DPRD Desak Polisi Turun Tangan

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, @by_News9.id

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Abrasi pantai di Tanjung Batu, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, bukan lagi ancaman abstrak.

Laut kini nyaris mencium aspal. Jalan raya urat nadi aktivitas warga tinggal hitungan meter dari amukan ombak.

Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, Ahmad Juhairi, dengan tegas menyebut kondisi itu bukan bencana alam, melainkan bencana akibat ulah manusia.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama kepolisian untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

“Ini bukan proses alamiah. Ada kesalahan fatal dalam pembangunan tangkis laut. Proyeknya sembrono, asal jadi, dan dampaknya sangat membahayakan warga,” tegas Juhairi, Kamis (15/1/2026).

Sorotan tajam diarahkan pada proyek tangkis laut berbahan rion beton yang dibangun tanpa konsep perlindungan pantai yang jelas.

Baca Juga:  Jerigen Bebas Mengalir, SPBU Kalianget Disorot Kuat Terlibat Mafia Solar Subsidi

Beton-beton itu justru menjulur ke laut, tidak menepi atau melindungi garis pantai sebagaimana fungsi ideal tangkis laut.

Alih-alih menjadi perisai, proyek tersebut justru menciptakan celah. Ombak menghantam area pantai yang tak terjangkau plengsengan dengan kekuatan penuh.

Baca Juga:  Tragis! Warga Pagerungan Besar Dianiaya, Lapor Polisi Tanpa Bukti

Abrasi pun semakin menggila, menggerus daratan hingga mendekati jalan raya beraspal.

“Rion beton itu seharusnya melindungi, bukan mempercepat kerusakan. Kalau dibangun asal-asalan, akibatnya fatal. Fakta di Tanjung Batu ini bukti nyata,” lanjutnya.

Kini warga Masalembu diliputi kecemasan. Jika abrasi terus dibiarkan, jalan utama desa terancam lumpuh dan bukan sekadar akses terganggu, melainkan potensi terputus total jalan raya berubah menjadi bagian dari laut.

“Kalau ini dibiarkan, bukan hanya pantai yang hilang. Infrastruktur publik lenyap, keselamatan warga dipertaruhkan,” tandas Juhairi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB