Kades Sumenep Ngadu ke Bupati Luar di Tiktok, Ini Kata Pak Camat

- Redaktur

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Akun tiktoker seorang Kades Sumenep, @by_News9.id/screenshot

FOTO: Akun tiktoker seorang Kades Sumenep, @by_News9.id/screenshot

SUMENEP, NEWS9 – Aksi kontroversial seorang Kepala Desa di Kabupaten Sumenep kembali memantik kemarahan publik.

Bukan tanpa alasan, langkah Kades Syamsul yang justru mengadu ke kepala daerah lain lewat siaran langsung TikTok dinilai sebagai tamparan keras bagi wibawa pemerintah daerahnya sendiri.

Peristiwa itu bermula saat Syamsul melakukan live TikTok bersama Bupati Situbondo yang dikenal dengan sapaan Mas Rio.

Dalam siaran itu, ia membahas persoalan krusial, mulai dari layanan ambulans hingga pemulangan jenazah warga dari luar negeri isu yang seharusnya diselesaikan di internal Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Pengusaha Tambang Legal Mulai Tumbang, Tambang Bodong Diduga Makin Bebas Beroperasi di Banyuwangi

Alih-alih mencari solusi di dalam rumahnya sendiri, Syamsul justru membuka dapur persoalan daerah ke publik luas.

Dampaknya, reaksi keras pun tidak terhindarkan.

Camat Ambunten, Suryadi Irawan, S.IP, MM, merespons singkat namun tegas.

“Besok saya panggil yang bersangkutan. Terima kasih atensinya,” ujarnya kepada media ini, Minggu (29/3).

Pernyataan singkat itu menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut tidak dianggap sepele.

Baca Juga:  Peringatan Harjalu ke-769 di Citrodiwangsan: Lomba Albanjari Jadi Simbol Kebersamaan

Langkah pemanggilan menjadi indikasi adanya evaluasi serius terhadap sikap sang kepala desa.

Di tengah sorotan tersebut, suara publik tidak kalah keras.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai tindakan Syamsul bukan sekadar blunder komunikasi, melainkan bentuk kelalaian yang mencederai martabat daerah.

“Ini bukan sekadar soal TikTok. Ini soal harga diri. Pemerintah Sumenep seperti dipermalukan di ruang publik,” tegasnya.

Sementara itu, kontroversi tersebut membuka pertanyaan besar sejauh mana etika pejabat publik dalam menggunakan media sosial.

“Ketika panggung digital dijadikan tempat mengadu, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra pribadi, tetapi juga kehormatan institusi yang diwakili,” tandas tokoh masyarakat.

Sampai berita ini diterbitkan lagi, belum ada klarifikasi resmi dari Kades Tambaagung Barat Syamsul terkait polemik tersebut lantaran keterbatasan komunikasi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru