Ribuan Warga Bersholawat dan Doa Menuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi serta Kerusakan Lingkungan

- Editorial Team

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ribuan warga dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati acara IWB bersholawat. @by_News9.id

FOTO: Ribuan warga dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati acara IWB bersholawat. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Ribuan warga dari berbagai penjuru Banyuwangi memadati acara “IWB Bersholawat Bersama Rakyat untuk Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Bebas dari Pengrusakan Lingkungan” yang digelar Jumat malam, 16 Mei 2026, pukul 19.00 WIB.

Di tengah lantunan zikir dan sholawat yang menggema penuh khidmat, tersimpan suara kegelisahan rakyat yang kini mulai lantang menuntut keadilan.

Kegiatan yang digagas Info Warga Banyuwangi (IWB) itu bukan sekadar agenda religius biasa.

Acara tersebut berubah menjadi panggung moral rakyat Banyuwangi untuk menyampaikan keresahan atas dugaan praktik korupsi dan kerusakan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan serta belum tersentuh penyelesaian hukum yang jelas.

Lautan manusia tampak memenuhi area kegiatan. Warga hadir dari berbagai kecamatan, mulai Tegalsari, Genteng, Sempu, Glenmore hingga wilayah lain di Banyuwangi.

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa isu korupsi dan kerusakan alam kini bukan lagi persoalan segelintir kelompok, melainkan keresahan kolektif masyarakat luas.

Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga jajaran pengurus PCNU Banyuwangi turut hadir memberikan dukungan.

Baca Juga:  Dipastikan Program Rehabilitasi Alun-alun Lumajang Awal September 2025

Dalam sambutannya, salah satu tokoh agama menyampaikan apresiasi atas keberanian IWB mengangkat isu yang dianggap sensitif namun menyangkut kepentingan rakyat banyak.

“Apa yang dilakukan IWB hari ini bukan sekadar kegiatan biasa. Ini adalah bentuk keberanian moral dalam menyuarakan kebenaran. Ketika banyak orang memilih diam, mereka justru berdiri di depan menyampaikan keresahan rakyat. Kami sangat menghormati langkah ini,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan jamaah.

Ketua IWB, Abi Budy Widarto Arbain, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kekompakan masyarakat yang hadir.

Namun di balik ucapan itu, ia juga menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi Banyuwangi yang menurutnya masih dibayangi persoalan korupsi dan kerusakan lingkungan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memohon kepada Allah SWT agar Banyuwangi benar-benar bersih dari korupsi dan bebas dari kerusakan lingkungan. Kami prihatin karena hingga hari ini masih banyak persoalan yang belum menemukan titik terang hukum. Rakyat berhak mendapatkan keadilan,” tegas Abi.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi telah menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari rusaknya ekosistem hingga ancaman terhadap kehidupan warga sekitar.

Baca Juga:  Menanti Vonis 6 Mei: Akankah Keadilan untuk Anak Yatim Tumbang oleh Kekuasaan

Karena itu, menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada wacana.

Abi juga menyinggung adanya dugaan keterkaitan kebijakan masa lalu dengan persoalan yang kini ramai menjadi perhatian publik.

Menurutnya, hukum harus mampu berdiri tegak tanpa memandang status sosial maupun kekuasaan seseorang.

“Kalau memang ada pihak yang terbukti merugikan negara dan merusak lingkungan, siapa pun dia harus bertanggung jawab di depan hukum. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena hukum dianggap tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” lanjutnya.

Suasana haru dan penuh semangat tampak menyelimuti jalannya acara. Ribuan jamaah larut dalam doa dan sholawat yang dipanjatkan demi masa depan Banyuwangi yang lebih bersih, adil, dan bermartabat.

Hal senada disampaikan M. Dhofir, pengelola media sosial Pasopati Jatim yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai acara itu telah menjadi simbol kebangkitan suara rakyat Banyuwangi.

“Ini bukan lagi kepentingan satu kelompok atau organisasi. Ini sudah menjadi harapan masyarakat Banyuwangi. Kehadiran ribuan warga malam ini menunjukkan bahwa rakyat ingin melihat penegakan hukum berjalan dengan adil,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan aparat penegak hukum benar-benar mendengar suara masyarakat Banyuwangi.

“Kami berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap aspirasi rakyat Banyuwangi. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh ada kesan pilih kasih,” tegasnya.

Acara bersholawat tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat Banyuwangi tidak lagi memilih diam.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Dusun Tugu

Di balik lantunan doa yang menggema sepanjang malam, tersimpan harapan besar agar keadilan benar-benar ditegakkan, lingkungan diselamatkan, dan masa depan Banyuwangi tidak lagi dibayangi persoalan korupsi maupun kerusakan alam.

Kini perhatian publik tertuju kepada aparat penegak hukum dan pemerintah pusat. Akankah suara ribuan rakyat Banyuwangi ini mendapat jawaban nyata, atau justru kembali tenggelam di tengah hiruk pikuk kekuasaan? Waktu akan menjadi saksi atas jawaban itu. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Berita Terbaru

FOTO: Para peserta mengikuti pengujian sesuai jenjang kompetensi Muda, Madya, dan Utama. @by_News9.id

DAERAH

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:28 WIB

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB