Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

- Editorial Team

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat melepas ekspor koral hidup. @by_News9.id

FOTO: Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat melepas ekspor koral hidup. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Siapa sangka, dari perairan pesisir Banyuwangi, ribuan koral hidup hasil budidaya kini menghiasi akuarium dan pusat konservasi laut di berbagai belahan dunia.

Komoditas yang selama ini identik dengan keindahan bawah laut tersebut ternyata menjadi salah satu produk ekspor unggulan yang terus diminati pasar internasional.

Jumat (28/8/2026), Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melepas ekspor koral hidup milik PT Srikandi Aquarium, Banyuwangi, senilai 2.500 dolar Amerika Serikat dengan tujuan Amerika Serikat.

Pengiriman itu menjadi bagian dari aktivitas ekspor rutin yang telah dilakukan perusahaan tersebut selama bertahun-tahun.

Di balik keberhasilan itu, terdapat proses budidaya yang tidak sederhana. Koral-koral tersebut dibesarkan dan dirawat secara khusus di kawasan pesisir Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat, seluruh koral yang diekspor merupakan hasil budidaya, bukan hasil pengambilan dari habitat alami.

Baca Juga:  Forum LKS Kabupaten Madiun Bahas Rencana Kerja 2026, Dinsos Tekankan Sinergi dan Penguatan Administrasi

Owner PT Srikandi Aquarium, I Ketut Sukandi, menuturkan bahwa usaha yang dirintis sejak 2011 itu kini telah menjangkau pasar di sekitar 20 negara. Negara-negara tujuan tersebar di kawasan Asia, Amerika, hingga Eropa.

“Pasar luar negeri masih sangat terbuka. Permintaannya terus ada sehingga seluruh hasil produksi kami fokus untuk ekspor,” ujar Sukandi.

Dalam setahun, PT Srikandi Aquarium mampu menghasilkan sekitar 80 ribu koloni koral dari 29 jenis yang dibudidayakan.

Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar dalam industri budidaya biota laut bernilai tinggi.

Aktivitas ekspor juga berlangsung cukup intens. Setiap delapan hingga sepuluh hari sekali, koral hidup dikirim ke berbagai negara. Nilai ekspor rata-rata mencapai 25 ribu dolar AS setiap bulan.

Baca Juga:  DK Batik Nilai UMKM Terancam Tergusur Kepentingan Kartel

Menurut Sukandi, salah satu faktor yang membuat usaha ini tetap bertahan adalah harga pasar yang relatif stabil dibanding sejumlah komoditas lainnya. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama faktor cuaca dan kondisi gelombang laut.

Saat musim gelombang tinggi, fasilitas budidaya yang berada di laut harus mendapatkan perhatian ekstra. Struktur meja budidaya harus diperkuat agar tidak rusak akibat terpaan ombak.

“Gelombang besar menjadi tantangan tersendiri. Semua fasilitas harus dipastikan aman agar koral tetap tumbuh dengan baik,” katanya.

Di Banyuwangi sendiri, jumlah pembudidaya koral masih tergolong sedikit. Tercatat hanya sekitar 10 pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut. Padahal, peluang pasar global masih sangat terbuka lebar.

Baca Juga:  Pengukuhan DPD JULEHA Kabupaten Madiun Perkuat Ekosistem Halal dan Profesionalisme Juru Sembelih

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai keberhasilan ekspor koral dari Banyuwangi menunjukkan bahwa produk berbasis potensi daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional.

Pemerintah, kata dia, terus memperkuat promosi dan akses pasar melalui jaringan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Kami memiliki perwakilan perdagangan dan ITPC di berbagai negara yang bertugas memperkenalkan serta mencarikan pembeli bagi produk-produk Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan koral budidaya Banyuwangi menembus pasar global bukan sekadar capaian bisnis.

Lebih dari itu, hal tersebut menjadi gambaran bahwa kekayaan laut Indonesia dapat memberikan nilai ekonomi tinggi melalui pengelolaan yang berkelanjutan.

Dari pesisir Banyuwangi, koral-koral cantik itu kini menjadi duta yang membawa nama Indonesia ke panggung perdagangan dunia. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Toro

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja
Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales
Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep
Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional
AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi
PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura
Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana
Bos HM Target Serap 1.000 Ton Tembakau
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:19 WIB

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Berita Terbaru

FOTO: Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKRIM

Pegawai Dinas PUTR Sumenep Jadi Tersangka

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:46 WIB