Kacabdin Provinsi Jatim Temui Walimurid Soal Penjualan Seragam di SMA Negeri Lumajang

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Jember-Lumajang saat Temui Walimurid. @by_News9.id

FOTO: Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Jember-Lumajang saat Temui Walimurid. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Keberadaan koperasi siswa di banyak sekolah negeri di kabupaten Lumajang yang sejatinya bertujuan mendidik siswa dalam hal kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, kini menuai sorotan.

Pasalnya, tidak sedikit koperasi sekolah yang diduga telah berubah fungsi menjadi ladang bisnis terselubung yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Beberapa orangtua siswa dan pemerhati pendidikan mengungkapkan keprihatinan mereka atas praktik-praktik koperasi yang dianggap tidak lagi sehat dan transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga barang-barang kebutuhan sekolah yang dijual di koperasi seringkali jauh lebih mahal dibandingkan harga pasaran.

Selain itu, pengelolaan keuangan koperasi kerap tidak melibatkan siswa secara aktif, padahal koperasi tersebut mengatasnamakan “Koperasi Siswa”.

Dua walimurid dari siswa SMA Negeri 2 dan 3 saat diklarifikasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember Lumajang, Sugeng Trianto S Sos M M mengakui, bahwa seragam sekolah dikoordinir koperasi siswa. Dan disayangkan orangtua, karena tidak dilibatkan dalam urusan keuangan (pembelian bahan seragam).

“Sebagai walimurid saya mengutarakan kekecewaan terkait tidak dilibatkan orang tua dalam urusan keuangan”, ujar Fajar, walimurid SMAN 2 Lumajang.

Diakui Fajar, bahwa dirinya membayar seragam lewat anaknya sebesar 2 juta rupiah, tanpa ada bukti pembayaran atau kuitansi. Dan walimurid siswa SMA Negeri 3 juga mengakui kalau membayar Rp 1.950.000,- juga tanpa kuitansi. Dan sempat menyinggung bahwa di luaran ramai desas-desus bahwa itu instruksi dari dinas pendidikan provinsi, dan akan dikroscek ke pihak orangnya oleh kacabdin.

Kacabdin Jatim wilayah Jember-Lumajang, Sugeng Trianto kepada kedua walimurid mengatakan, bahwa dirinya baru tahu hari ini kalau orang tua seperti itu.

“Saya akan coba jembatani nanti, saya langsung kepada kepala sekolahnya. Segera bapak nanti dilakukan dialog secara tehnis dengan kepala sekolah. Jadi jawaban tehnis langsung dari kepala sekolah, secara tehnis nanti dapat penjelasan secara langsung dari kepala sekolah. Saya akan segera koordinasi dengan kepala sekolahnya, saya nomer teleponnya bapak”, katanya.

Baca Juga:  RSUD Moh. Anwar Gelar Operasi Gratis untuk Pasien Cleft dan Dental Emergency

Saat dikonfirmasi awak media, Fajar mengungkapkan bahwa dirinya tadi ketemu dengan Kacabdin.

“Saya tadi ketemu Kacabdin Sugeng, dia mengatakan bahwa tidak ada instruksi kepada lembaga sekolah terkait tehnis pembelian bahan seragam. Dan pak Sugeng berjanji akan dipertemukan dengan kepala sekolah, bahkan sudah dicatat nomer HP saya. Tetapi sampai saat ini tidak ada telepon atau undangan dari Cabdin maupun pihak sekolah”, ungkapnya kepada awak media, Selasa (19/08/2025).

Yang terjadi di lapangan, saat dikonfirmasi awak media beda orang beda pengakuannya.

Baca Juga:  Serda M. Mu'ali Kawal Fogging di Jogoyudan, Warga Diminta Waspada DBD

Kasubag Cabdin Trismining kepada awak media saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tidak ada pembelian seragam di SMAN 2 Lumajang, karena cucunya sekolah di sana. Beda lagi pernyataan humas SMAN 2, dirinya ngomong pembelian seragam sama seperti dulu Rp 1.650.000,- parahnya lagi, pernyataan walimurid bahwa dirinya membayar 2 juta melalui anaknya untuk membeli seragam di sekolahnya.

Baca Juga:  Panen Padi di Wilayah: Babinsa Sumbersuko Berperan Aktif dalam Pendampingan Petani

Dugaan adanya praktik penyimpangan ini pun menjadi perhatian sejumlah kalangan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendidikan telah mengumpulkan data dan bukti. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB