Andre Tri Waluyo Desak Ketua PSSI Banyuwangi Mundur Usai Kericuhan Stadion Maron

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Pertandingan panas babak 8 besar Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026. @by_News9.id

FOTO: Pertandingan panas babak 8 besar Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Pertandingan panas babak 8 besar Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026 antara PMJ FC Krikilan melawan Persegam Gambiran di Stadion Maron Genteng, Rabu (20/5/2026), berlangsung penuh tensi hingga diwarnai insiden kericuhan suporter yang memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.

Laga yang menjadi penentu satu tiket menuju babak semifinal tersebut sejak awal berjalan sengit.

Kedua tim tampil ngotot dengan tempo permainan tinggi demi mengamankan kemenangan.

Ribuan suporter dari kedua kubu memadati Stadion Maron Genteng dan menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan berlangsung.

PMJ FC Krikilan tampil agresif sejak menit awal melalui permainan cepat dan tekanan dari sektor sayap.

Sementara Persegam Gambiran memilih bermain lebih disiplin sambil mengandalkan serangan balik cepat.

Duel keras di lini tengah beberapa kali memancing sorakan penonton yang larut dalam panasnya pertandingan.

Baca Juga:  Warga Diminta Awasi Dana BSPS, Ini Daftar Lembaga untuk Melapor

Namun situasi mulai memanas ketika sejumlah suporter diduga mencoba merangsek masuk ke dalam area stadion.

Desakan massa membuat pagar sisi timur stadion dilaporkan jebol hingga memicu kepanikan di sekitar tribun penonton.

Aparat keamanan bersama panitia pelaksana terlihat kewalahan mengendalikan situasi dan langsung memperketat penjagaan di sejumlah titik rawan.

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Big Bos PMJ FC, Andre Tri Waluyo. Ia menilai sistem pengamanan pertandingan sangat buruk dan tidak layak terjadi dalam laga besar yang menjadi perhatian ribuan masyarakat Banyuwangi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Pertandingan sebesar babak 8 besar seharusnya memiliki pengamanan maksimal. Jangan sampai suporter bisa dengan mudah masuk ke area pertandingan karena itu sangat membahayakan pemain, official, dan penonton lainnya,” tegas Andre Tri Waluyo.

Tak hanya mengkritik panitia pelaksana, Andre juga melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan PSSI Kabupaten Banyuwangi saat ini.

Baca Juga:  Malam Puncak Lomba Karaoke Antar RT Desa Aengbaja Kenek

Menurutnya, kericuhan tersebut menjadi bukti lemahnya manajemen dan koordinasi penyelenggara turnamen.

“Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi saat ini harus berani bertanggung jawab atas kekacauan ini. Kalau memang tidak mampu mengelola kompetisi dengan baik dan menjamin keamanan pertandingan, lebih baik mundur saja. Sepak bola Banyuwangi butuh pemimpin yang serius, profesional, dan benar-benar peduli terhadap keselamatan pemain maupun suporter,” ujarnya dengan nada kecewa.

Andre bahkan menyebut turnamen sebaiknya dihentikan apabila penyelenggara tidak mampu menghadirkan rasa aman dalam setiap pertandingan.

“Kalau memang tidak mampu menjaga pertandingan tetap aman dan kondusif, lebih baik turnamen ini dibubarkan saja daripada mencoreng nama sepak bola Banyuwangi,” tambahnya.

Pernyataan keras tersebut langsung menjadi perhatian para suporter dan masyarakat yang hadir di Stadion Maron Genteng.

Baca Juga:  Perjuangan Yunus Demi Emak -Emak Hingga Berujung Perkelahian

Banyak pihak berharap insiden tersebut menjadi evaluasi serius bagi panitia maupun PSSI Kabupaten Banyuwangi agar pertandingan selanjutnya dapat berlangsung lebih tertib dan aman.

Di tengah panasnya suasana pertandingan, kedua tim tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga laga berakhir dengan skor imbang 0-0.

Ketegangan kemudian berlanjut ke babak adu penalti yang membuat ribuan penonton menahan napas menyaksikan jalannya pertandingan penentuan tersebut.

Laga PMJ FC Krikilan kontra Persegam Gambiran pun menjadi salah satu pertandingan paling menyita perhatian dalam gelaran Piala Ketua PSSI Kabupaten Banyuwangi 2026.

Selain menyuguhkan tensi tinggi di atas lapangan, pertandingan tersebut juga menjadi alarm keras pentingnya evaluasi pengamanan dalam kompetisi sepak bola lokal Banyuwangi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB