Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. @by_News9.id

Flyer Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. @by_News9.id

OPININEWS9 – Dalam pandangan Islam, Hari Raya Idul Adha bukan sekadar peristiwa penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha merupakan simbol agung tentang ketaatan kepada Allah SWT, keikhlasan dalam berkorban, serta kepedulian sosial yang diwariskan melalui kisah penuh hikmah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, maupun unta tidak disembelih karena kebencian terhadap makhluk hidup, melainkan sebagai bagian dari ibadah yang memiliki nilai spiritual dan kemanusiaan yang mendalam. Islam sendiri mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan, termasuk terhadap hewan.

Bahkan dalam syariat penyembelihan, terdapat adab dan aturan yang sangat dijunjung tinggi. Hewan kurban diwajibkan diperlakukan dengan baik, tidak disiksa, tidak dipertontonkan secara berlebihan, diberi makan dan minum yang layak, serta disembelih dengan cara yang cepat dan manusiawi agar tidak mengalami penderitaan berkepanjangan.

Baca Juga:  Petik Laut dan Haul Guru Ngaji: Desa Bringsang Rayakan Syukur dan Warisan Spiritualitas

Rasulullah SAW pun menegaskan bahwa menyakiti hewan tanpa alasan yang benar merupakan perbuatan tercela.

Di tengah momentum Idul Adha, kadang muncul pertanyaan yang sangat manusiawi: “Bukankah kasihan melihat hewan-hewan itu disembelih?

Rasa iba tersebut sejatinya merupakan tanda bahwa hati manusia masih memiliki nurani dan empati. Terlebih ketika melihat anak domba atau anak sapi yang tampak kehilangan induknya, sehingga memunculkan rasa haru dalam diri manusia. Secara emosional, semua makhluk hidup memang memiliki naluri kasih sayang dan keterikatan.

Namun di sisi lain, manusia juga dianugerahi akal untuk memahami bahwa kehidupan berjalan dalam keseimbangan alam yang telah ditetapkan Tuhan. Dalam ajaran Islam, manusia diperbolehkan memanfaatkan hewan sebagai bagian dari kebutuhan hidup, bukan untuk disia-siakan ataupun diperlakukan semena-mena.

Baca Juga:  Baznas Sumenep Bersama Ponpes Zainur Ridla Santuni 100 Anak Yatim di Sapudi

Hewan kurban tidak dibunuh tanpa tujuan. Dagingnya dibagikan kepada masyarakat, fakir miskin, tetangga, hingga mereka yang jarang menikmati makanan bergizi. Dari ibadah kurban itulah lahir nilai sosial, persaudaraan, pemerataan rezeki, dan rasa kepedulian antar sesama manusia.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa setiap bangsa dan keyakinan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap hewan. Ada kelompok masyarakat yang memuliakan sapi sebagai simbol kesucian, sementara yang lain menjadikannya bagian dari tradisi pangan dan ibadah keagamaan.

Dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, perbedaan semacam itu seharusnya dipahami dengan sikap saling menghormati, bukan saling merendahkan ataupun memaksakan keyakinan masing-masing.

Islam mengajarkan prinsip keseimbangan, yakni tidak berlebihan memuja makhluk, namun juga tidak berlaku zalim terhadapnya. Karena pada hakikatnya, seluruh makhluk hidup adalah ciptaan Allah SWT yang memiliki peran masing-masing dalam kehidupan.

Baca Juga:  Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025, Dentuman Madura Menggema ke Nusantara

Oleh sebab itu, Idul Adha sejatinya bukan perayaan darah dan penyembelihan semata, melainkan pelajaran besar tentang keikhlasan berkorban, kepedulian terhadap sesama, rasa syukur atas nikmat kehidupan, serta penghormatan terhadap perbedaan keyakinan manusia.

Semakin tinggi ilmu dan keimanan seseorang, semakin ia memahami bahwa kasih sayang tidak selalu berarti membiarkan segala sesuatu hidup selamanya, melainkan bagaimana memperlakukan kehidupan dengan penuh hikmah, tanggung jawab, dan rasa kemanusiaan.

Segenap pimpinan redaksi beserta biro media news9.id dan seluruh jajaran mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Semoga momen penuh berkah ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta rezeki yang melimpah bagi Anda dan keluarga.” ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
Warisan Leluhur Tak Lekang Zaman: Seblang Olehsari Kembali Hidupkan Spirit Tradisi Using
Arca Dewa Wisnu di Area Keraton Sumenep
Ketika Ketetapan Busana Dijadikan Titah Kekuasaan
Nada Lama Jiwa Baru, Parade Keroncong Sumenep Bangkitkan Romantisme Nusantara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:27 WIB

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16 WIB

Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

Jumat, 17 April 2026 - 12:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:13 WIB

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB