SUMENEP, NEWS9 – DPRD Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk mempercepat laju pembangunan daerah usai tujuh fraksi menyampaikan laporan hasil Reses II Tahun Sidang 2026 dalam rapat paripurna.
Reses yang digelar pada 9 hingga 16 Maret 2026 itu menjadi momentum krusial bagi para legislator untuk turun langsung ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing, menyerap berbagai persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan berhenti sebagai laporan formal semata, melainkan menjadi fondasi dalam menentukan arah kebijakan dan penganggaran daerah.
“Seluruh hasil reses akan kami jadikan pijakan dalam menentukan arah kebijakan, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).
Dalam pemaparan masing-masing fraksi, sejumlah isu strategis mencuat ke permukaan.
Mulai dari ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah, lemahnya kualitas pelayanan publik, hingga tuntutan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Tujuh fraksi yang menyampaikan laporan tersebut meliputi Gerindra-PKS, PPP, PAN, Demokrat, PDI Perjuangan, NasDem, dan PKB melalui juru bicara masing-masing.
Rapat paripurna turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta unsur masyarakat.
DPRD menegaskan, pihaknya tidak ingin hasil reses hanya menjadi dokumen administratif tanpa dampak nyata.
Oleh karena itu, lembaga legislatif tersebut mendorong pemerintah daerah segera menerjemahkan aspirasi rakyat ke dalam program konkret yang terukur dan tepat sasaran.
“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, demi mendorong peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. ***













>