SUMENEP, NEWS9 – Tim Putri Arya Wiraraja Unija mencatatkan sejarah gemilang dengan memastikan diri melaju ke final Bupati Cup 2026 usai menundukkan tim kuat Kecamatan Saronggi, Tim Putri Angkasa, dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini terasa istimewa. Di tengah gugurnya tim-tim papan atas lainnya, termasuk tim kampus lain seperti tim Uniba yang tersingkir sejak babak penyisihan Arya Wiraraja Unija tampil sebagai satu-satunya representasi dunia kampus yang mampu menembus partai puncak.
Pertandingan semifinal sendiri berlangsung penuh tensi. Di set pertama, Arya Wiraraja sempat tertinggal jauh hingga selisih 7 angka. Namun, ketenangan dan ketangguhan mental yang menjadi ciri khas tim ini membawa mereka bangkit secara dramatis dan membalikkan keadaan hingga menang 25:22.
Memasuki set kedua dan ketiga, permainan semakin ketat. Tim Angkasa yang diperkuat pemain bon asal Banyuwangi, Vega, mencoba memberi tekanan berkelanjutan.
Namun, Arya Wiraraja tetap tampil disiplin dan terukur. Dengan kontrol permainan yang matang, mereka berhasil mengunci dua set berikutnya dan memastikan kemenangan tanpa balas.
Keberhasilan tersebut kembali menegaskan identitas Arya Wiraraja Unija sebagai tim dengan basis akademik yang kuat.
Berbeda dengan banyak tim lain yang bertumpu pada kekuatan individu atau pemain bon, Arya Wiraraja mengandalkan pendekatan kolektif berbasis pemahaman taktik, kedisiplinan, dan kecerdasan bermain.
Pembina tim, Dr. Zein, menyebut pencapaian ini sebagai hasil dari proses panjang yang mengintegrasikan nilai akademik dan olahraga.
“Kami tidak sekadar membangun tim untuk menang, tetapi membangun cara berpikir. Ketika pemain terbiasa berpikir rasional, disiplin, dan bertanggung jawab, itu akan tercermin di lapangan. Inilah wajah tim kampus yang sesungguhnya,” ujarnya, Senin (4/5).
Pelatih Habib Rahman, A.Md menyoroti mentalitas pemain saat tertinggal di set pertama.
“Itu momen paling menentukan. Saat tertinggal jauh, anak-anak tidak panik. Mereka tetap bermain sesuai pola. Dari situ kami tahu, tim ini sudah matang secara mental,” jelasnya.
Asisten pelatih Isyanto, M.Pd menambahkan bahwa kestabilan permainan menjadi kunci hingga akhir laga.
“Set kedua dan ketiga memang ketat, tapi kami mampu menjaga ritme. Pengambilan keputusan pemain sangat baik, tidak terburu-buru, dan tetap fokus pada strategi,” terangnya.
Sementara itu, kapten tim Clara kembali menunjukkan kepemimpinan yang kuat di lapangan.
“Kami percaya pada proses yang sudah kami jalani. Tidak peduli tertinggal atau ditekan, kami tetap bermain sebagai tim. Itu yang membuat kami bisa bangkit dan menang,” ungkapnya.
Di partai final, Tim Putri Arya Wiraraja Unija akan menghadapi Tim Putri Lossosa, tim juara bertahan yang telah berkali-kali menguasai gelar.
Pertemuan tersebut diprediksi menjadi ujian terbesar sekaligus panggung pembuktian bagi tim kampus yang kini menjadi sorotan.
Di tengah dominasi tim-tim berbasis kekuatan instan dan pemain bon, Arya Wiraraja Unija hadir membawa narasi berbeda: bahwa ilmu, kedisiplinan, dan karakter akademik mampu mengantarkan sebuah tim melangkah hingga puncak.
Final kali ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga pertarungan dua filosofi besar antara tradisi juara dan kekuatan baru berbasis kampus yang terus tumbuh dan menantang. ***













>