BeritaDaerah

TACB Sumenep Dilantik, Bupati Tegaskan: Bukan Sekadar Pelengkap Administratif

30
×

TACB Sumenep Dilantik, Bupati Tegaskan: Bukan Sekadar Pelengkap Administratif

Sebarkan artikel ini
TACB Sumenep Dilantik, Bupati Tegaskan: Bukan Sekadar Pelengkap Administratif
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat pelantikan TACB di Pendopo Agung Keraton. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Keberadaan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumenep ditegaskan bukan sekadar pelengkap administratif.

Lebih dari itu, tim tersebut diharapkan menjadi aktor kunci dalam menentukan arah kebijakan pelestarian warisan sejarah dan budaya daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat pelantikan TACB di Pendopo Agung Keraton, Selasa (5/5).

Ia menekankan bahwa peran TACB sangat vital dalam memberikan rekomendasi terhadap objek yang diduga sebagai cagar budaya.

“Tim Ahli Cagar Budaya memiliki peran strategis. Kajian yang dilakukan harus objektif, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegasnya.

Menurutnya, setiap rekomendasi yang dikeluarkan TACB akan menjadi acuan utama bagi pemerintah daerah dalam menetapkan status cagar budaya.

Karena itu, tim dituntut bekerja profesional dalam menilai benda, bangunan, struktur, situs hingga kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi di Sumenep.

Peran tersebut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menekankan pentingnya kajian ilmiah dalam upaya pelestarian.

Bupati berharap TACB tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga menjadi motor penggerak edukasi publik.

Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya.

“TACB harus aktif mengedukasi masyarakat, mengajak mereka ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai identitas daerah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor agar pembangunan daerah tidak mengorbankan nilai sejarah.

“Pembangunan tidak boleh menghapus sejarah. Keduanya harus berjalan beriringan agar Sumenep maju tanpa kehilangan jati diri,” tandasnya.

Adapun anggota TACB Kabupaten Sumenep yang dilantik antara lain Ibnu Hajar, Mohammad Hairil Anwar, Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammily, dan Faiq Nur Fikri.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, keberadaan TACB diharapkan menjadi benteng terakhir dalam menjaga kekayaan sejarah dan budaya daerah.

Pemerintah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pelestarian cagar budaya adalah tanggung jawab bersama demi generasi mendatang,” pungkas Bupati. ***

Tinggalkan Balasan

>