Warning: opendir(/home/omah2581/public_html/news9.id/wp-content/mu-plugins): Failed to open directory: Permission denied in /home/omah2581/public_html/news9.id/wp-includes/load.php on line 981
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan - News 9
BeritaPeristiwa

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

30
×

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sebarkan artikel ini
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
FOTO: Banner aksi blokade jalan di Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Kekecewaan warga Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwnagi terhadap buruknya kondisi infrastruktur jalan kembali memicu aksi protes di wilayah Desa Bayu sekelompok pemuda bersama warga setempat melakukan aksi blokade jalan hingga memasang benner yang bertuliskan ” Mohon Maaf Demi Keselamatan Roda Empat,Untuk Sementara Jalur Dialihalan Karena Jalan Rusak Berat” Selain pemasangan bener masyarakat juga menanam sejumblah pohon pisang di setiap jalan berlubang, Minggu (28/6/26).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan poros yang rusak parah dan dinilai tak kunjung mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Jalan yang menjadi akses utama penghubung antarwilayah Desa Songgon ke jalur desa Bayu itu disebut telah lama mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan yang signifikan.

Warga menyebut aksi ini merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat yang selama ini merasa diabaikan.

Mereka menilai jalan poros ini merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil perkebunan, pertanina hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Bertahun-tahun rusak, tapi tidak ada perbaikan nyata,” ungkap Fandi warga dusun Plantaran kepada media ini, Sabtu (4/7/26).

Melalui media ini Warga berharap aksi ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Songgon.

Mereka menegaskan bahwa akses jalan yang layak bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak masyarakat yang selama ini dinilai terabaikan. ***

Tinggalkan Balasan