Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator

- Redaktur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Koordinator BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti. @by_News9.id

FOTO: Koordinator BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti. @by_News9.id

PROBOLINGGO, NEWS9 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa tingkat desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak ditentukan berdasarkan satu indikator kondisi ekonomi rumah tangga.

Koordinator BPS Kabupaten Probolinggo, Lilik Hariyanti, mengatakan desil merupakan hasil pengolahan dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan berbagai variabel dan sumber data yang menjadi dasar dalam DTSEN.

“Desil merupakan hasil pengolahan dan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan berbagai variabel dan sumber data yang menjadi dasar dalam DTSEN,” kata Lilik kepada wartawan News9.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (20/8/2026).

Menurut Lilik, penentuan desil tidak hanya mengacu pada pendapatan, kondisi rumah, kepemilikan kendaraan, atau pekerjaan.

Baca Juga:  Puluhan Kades dan Pendamping BSPS Sumenep Dipanggil Kejati Jatim

Berbagai informasi sosial ekonomi rumah tangga diolah untuk menghasilkan peringkat kondisi sosial ekonomi yang kemudian dikelompokkan ke dalam desil.

Karena itu, kata dia, masyarakat yang membandingkan kondisi seseorang di lapangan dengan desil yang tercatat dapat menemukan perbedaan.

Kondisi rumah yang tampak sederhana, misalnya, belum tentu menggambarkan keseluruhan kondisi sosial ekonomi rumah tangga tersebut.

“Desil menggambarkan posisi relatif berdasarkan keseluruhan informasi yang digunakan dalam pengolahan data, bukan penilaian berdasarkan satu kondisi yang terlihat secara langsung,” ujarnya.

Lilik mengatakan ketidaksesuaian data tetap dapat diperbaiki apabila kondisi sosial ekonomi masyarakat telah berubah atau terdapat informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Baca Juga:  Seandainya Kasus ODGJ Sapudi Dibahas di Komisi III DPR RI

Pemerintah menyediakan mekanisme usulan dan sanggah data melalui SIKNG dan kanal DTSEN.

Menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk memperbarui data berdasarkan kondisi terbaru. Pemutakhiran juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas DTSEN.

“Desil bukanlah label yang bersifat permanen terhadap seseorang atau keluarga, melainkan hasil pengolahan data yang dapat berubah apabila data dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga juga berubah,” kata Lilik.

Ia mengatakan pertanyaan masyarakat mengenai hasil desil perlu dilihat sebagai bagian dari proses pemutakhiran data. Masukan dari warga dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas data agar semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ari

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar
Nilai Sempurna, Bocah 5 Tahun Asal Sumenep Juara 1 VENUS Kompetisi Sains
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Gelar Upacara Detik-detik Proklamasi 
Khirata Foundation Semarakkan HUT RI ke-81 Bersama Sahabat Yatim di Taman Tajamara
Di Jalur Pantura, Pengendara Probolinggo Khidmat Peringati Proklamasi
Bupati Madiun Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Reksogati Caruban
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:31 WIB

HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Nilai Sempurna, Bocah 5 Tahun Asal Sumenep Juara 1 VENUS Kompetisi Sains

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Berita Terbaru

FOTO: Bos HM, hari ini mulai membuka gudang pembelian tembakau di Desa Daramista, @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Bos HM Target Serap 1.000 Ton Tembakau

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:53 WIB