SUMENEP, NEWS9 – Aktivis pemerhati petani Farid Azziyadi menyoroti belum jelasnya langkah PT Djarum dalam menyerap tembakau petani Madura pada musim panen 2026.
Menurut Farid, perusahaan besar seperti Djarum memiliki pengaruh kuat terhadap tata niaga tembakau.
Ketika Djarum belum memberikan kepastian pembelian, pasar tembakau lokal ikut menunggu arah harga.
“Harapan saya kepada perusahaan Djarum, baik yang ada di Pamekasan maupun Jawa Timur, segera membeli tembakau petani dengan mengukur kualitas-kualitasnya,” ujar Farid, Selasa (25/8/2026).
Dia mengatakan, persoalan yang paling ditunggu saat ini adalah kepastian pembelian sekaligus harga tertinggi yang akan diberlakukan Djarum.
Hingga kini, menurut dia, informasi mengenai harga tertinggi tersebut belum jelas.
“Djarum ini ditunggu-tunggu oleh petani. Kalau harga tertingginya belum jelas, pengusaha lokal juga menunggu. Sebenarnya berapa patokan Djarum,” katanya.
Farid menilai ketidakjelasan tersebut dapat memengaruhi posisi tawar petani.
Di satu sisi, petani mulai memasuki masa panen dan membutuhkan kepastian pasar.
Di sisi lain, gudang-gudang lokal juga membutuhkan referensi harga dari perusahaan besar.
Menurutnya, Djarum tidak cukup hanya melakukan pembelian melalui jaringan tertentu.
Perusahaan perlu memberikan kejelasan mengenai mekanisme pembelian, standar kualitas, dan rentang harga yang berlaku.
“Kalau memang betul Djarum peduli kepada petani, harus ada langkah konkret. Jangan sampai petani terus menunggu sementara harga di lapangan tidak jelas,” tegasnya.
Farid juga mengingatkan gudang dan pengusaha lokal agar tidak menjadikan belum jelasnya harga Djarum sebagai alasan untuk membeli tembakau petani dengan harga rendah.
“Tidak ada alasan membeli tembakau dengan harga rendah kalau kualitasnya bagus. Harga harus sesuai dengan kualitas,” ujarnya.
Aktivis senior Sumenep itu juga meminta petani tetap menjaga mutu tembakau.
Menurut Farid, tembakau sebaiknya dipanen setelah cukup tua agar kualitasnya maksimal dan memiliki nilai jual lebih baik.
Pada akhirnya, Farid berharap PT Djarum segera membuka kejelasan kepada petani dan pelaku usaha tembakau Madura.
“Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kepastian. Djarum membeli, standarnya jelas, dan harga tertingginya jelas. Itu yang ditunggu,” pungkas Farid Azziyadi. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









