PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

- Editorial Team

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Aktivis pemerhati petani Farid Azziyadi menyoroti belum jelasnya langkah PT Djarum dalam menyerap tembakau petani Madura pada musim panen 2026.

Menurut Farid, perusahaan besar seperti Djarum memiliki pengaruh kuat terhadap tata niaga tembakau.

Ketika Djarum belum memberikan kepastian pembelian, pasar tembakau lokal ikut menunggu arah harga.

“Harapan saya kepada perusahaan Djarum, baik yang ada di Pamekasan maupun Jawa Timur, segera membeli tembakau petani dengan mengukur kualitas-kualitasnya,” ujar Farid, Selasa (25/8/2026).

Dia mengatakan, persoalan yang paling ditunggu saat ini adalah kepastian pembelian sekaligus harga tertinggi yang akan diberlakukan Djarum.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Torehkan Prestasi Nasional di KEJAR Award 2025

Hingga kini, menurut dia, informasi mengenai harga tertinggi tersebut belum jelas.

“Djarum ini ditunggu-tunggu oleh petani. Kalau harga tertingginya belum jelas, pengusaha lokal juga menunggu. Sebenarnya berapa patokan Djarum,” katanya.

Farid menilai ketidakjelasan tersebut dapat memengaruhi posisi tawar petani.

Di satu sisi, petani mulai memasuki masa panen dan membutuhkan kepastian pasar.

Di sisi lain, gudang-gudang lokal juga membutuhkan referensi harga dari perusahaan besar.

Menurutnya, Djarum tidak cukup hanya melakukan pembelian melalui jaringan tertentu.

Baca Juga:  Internal Kejaksaan Sebut Penetapan Tersangka Kasus Logistik KPU Sumenep Awal Tahun

Perusahaan perlu memberikan kejelasan mengenai mekanisme pembelian, standar kualitas, dan rentang harga yang berlaku.

“Kalau memang betul Djarum peduli kepada petani, harus ada langkah konkret. Jangan sampai petani terus menunggu sementara harga di lapangan tidak jelas,” tegasnya.

Farid juga mengingatkan gudang dan pengusaha lokal agar tidak menjadikan belum jelasnya harga Djarum sebagai alasan untuk membeli tembakau petani dengan harga rendah.

“Tidak ada alasan membeli tembakau dengan harga rendah kalau kualitasnya bagus. Harga harus sesuai dengan kualitas,” ujarnya.

Aktivis senior Sumenep itu juga meminta petani tetap menjaga mutu tembakau.

Baca Juga:  Kapolres Lamongan Ikuti Trail Offroad Jelajah Alas Lamongan Selatan Sambut Hari Jadi Lamongan ke-456

Menurut Farid, tembakau sebaiknya dipanen setelah cukup tua agar kualitasnya maksimal dan memiliki nilai jual lebih baik.

Pada akhirnya, Farid berharap PT Djarum segera membuka kejelasan kepada petani dan pelaku usaha tembakau Madura.

“Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kepastian. Djarum membeli, standarnya jelas, dan harga tertingginya jelas. Itu yang ditunggu,” pungkas Farid Azziyadi. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ifal

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja
Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales
Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep
Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional
Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia
AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi
Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana
Bos HM Target Serap 1.000 Ton Tembakau
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:19 WIB

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Sabtu, 26 September 2026 - 10:00 WIB

Hari Sales Sedunia ke-10, KONUS Gandeng N1 Auto Pro Berikan Gift untuk Para Sales

Sabtu, 12 September 2026 - 13:22 WIB

Founder Tabur Baik Siap Luncurkan “PROFESIONAL”, Tekan Pengangguran di Sumenep

Sabtu, 5 September 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Bank Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Kembali Ukir Prestasi Nasional

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Dari Pesisir Banyuwangi ke Amerika dan Eropa, Koral Budidaya Menjadi Primadona Pasar Dunia

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB