Komitmen Canteng Koneng Pertahankan Mutu Batik Khas Sumenep 

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Yudi bersama mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep, @by_News9.id/sumenepkab.co.id

FOTO: Yudi bersama mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep, @by_News9.id/sumenepkab.co.id

SUMENEP, NEWS9 – Menjaga kualitas Batik Canteng Koneng sebagai salah satu batik khas Kabupaten Sumenep, Madura, bukan perkara mudah.

Dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) pembatik tulis yang memiliki keahlian khusus agar kualitas setiap produk tetap terjaga dan kepercayaan pelanggan tidak menurun.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Owner Batik Canteng Koneng, Didik Hariyanto, melalui pengelolanya, Yudi, bahwa proses mencetak pembatik yang benar-benar terampil membutuhkan waktu yang tidak singkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, melatih pengrajin dari tahap dasar hingga mampu menghasilkan batik berkualitas memerlukan kesabaran dan konsistensi.

“Untuk melatih pengrajin agar benar-benar mampu membatik dengan baik membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun. Kami lebih mengutamakan desain yang menarik dan kualitas hasil batik, sehingga prosesnya memang tidak bisa instan,” ujar Yudi kepada mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, kualitas dan desain menjadi nilai utama yang terus dipertahankan Batik Canteng Koneng.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Torehkan Prestasi Nasional di KEJAR Award 2025

Dengan produk yang berkualitas, pelanggan akan merasa puas dan secara tidak langsung ikut mempromosikan kepada orang lain melalui rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth).

“Ketika seseorang memakai Batik Canteng Koneng dan mendapat pujian atau pertanyaan dari orang lain tentang di mana membelinya, itu menjadi bentuk promosi yang sangat efektif bagi kami,” katanya.

Dilansir sumenepkab.co.id, usaha Batik Canteng Koneng yang berdiri sejak 2011 itu juga mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Baca Juga:  Diduga Gunakan Setoran Pajak Oknum Kasun di Desa Tukum Kembalikan Uang Setoran Selesai Urusannya

Namun, penggunaannya masih sebatas memperkenalkan produk kepada masyarakat dan belum difokuskan sebagai sarana penjualan secara massal.

“Kami belum aktif menggunakan marketplace seperti Shopee. Kendalanya karena setiap motif batik bersifat unik, sehingga satu foto hanya mewakili satu produk. Pembaruan stok harus dilakukan terus-menerus,” jelasnya.

Meski demikian, pelanggan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan kota-kota lainnya yang pernah berkunjung langsung ke galeri Batik Canteng Koneng umumnya melakukan pemesanan ulang melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Dusun Mlambing

Yudi menambahkan, hingga saat ini Batik Canteng Koneng lebih banyak menyasar kalangan profesional, mulai dari pegawai kantor hingga pejabat.

Produk yang diproduksi masih didominasi baju batik atasan resmi yang digunakan untuk bekerja maupun menghadiri rapat.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp5 juta per potong, sehingga segmen pasar Batik Canteng Koneng lebih menyasar konsumen kelas menengah ke atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan nilai seni dalam setiap karya batik. (Khairil)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS, Bupati Fauzi Dorong Transaksi Digital
Pakar Media dan SDM Rekomendasikan E-book “Yudi The Connector” Sebagai Peta Menuju Kebahagiaan
Owner Asia Jaya Group Ajak Pengusaha Aplikasikan Nilai Kebaikan Melalui E-book “Yudi The Connector”
Ingin Perluas Networking, Asisten Penasihat Khusus Presiden RI Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector”
e-book “Yudi The Connector” Curi Perhatian Sandiaga Uno
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat SimPel Digital Berbasis QRIS
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Budaya Menabung Syariah, Siapkan Solusi Keuangan untuk Warga
Bupati Sumenep Kawal Sensus Ekonomi 2026, Siapkan Peta Kekuatan Ekonomi Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:09 WIB

Komitmen Canteng Koneng Pertahankan Mutu Batik Khas Sumenep 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:17 WIB

Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS, Bupati Fauzi Dorong Transaksi Digital

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:15 WIB

Pakar Media dan SDM Rekomendasikan E-book “Yudi The Connector” Sebagai Peta Menuju Kebahagiaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:25 WIB

Owner Asia Jaya Group Ajak Pengusaha Aplikasikan Nilai Kebaikan Melalui E-book “Yudi The Connector”

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:30 WIB

Ingin Perluas Networking, Asisten Penasihat Khusus Presiden RI Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector”

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB