SUMENEP, NEWS9 – Kekhawatiran masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean, Sumenep, Madura, kian meningkat.
Pasalnya, sejumlah persoalan mendasar seperti ketiadaan obat hingga rumitnya sistem rujukan pasien BPJS, menjadi sorotan publik.
Salah satu keluhan paling krusial yaitu tidak tersedianya obat-obatan penting yang telah diresepkan oleh dokter RSUD Abuya.
Kondisi tersebut memaksa pasien untuk membeli obat di luar rumah sakit, padahal seharusnya obat tersedia di instalasi farmasi rumah sakit.
“Bagaimana mungkin obat yang diresepkan dokter di RS sendiri malah harus dicari ke apotek luar? Ini sungguh merugikan masyarakat, apalagi bagi yang ekonominya terbatas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada News9.id, Sabtu (5/4/2025).
Selain persoalan obat, masyarakat juga mengeluhkan sistem rujukan BPJS yang dinilai membingungkan dan menyulitkan.
Salah satu contohnya terjadi di Puskesmas Arjasa, ketika pasien BPJS yang meminta rujukan ditolak karena dokter spesialis di RSUD Abuya belum terdaftar dalam sistem P-Care BPJS.
Sehingga mengakibatkan pasien harus membayar biaya pengobatan secara umum, meskipun telah memiliki BPJS aktif.
“Ini jelas sangat merugikan. Kami punya BPJS tapi tak bisa digunakan, hanya karena rumah sakit belum memenuhi syarat administrasi. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk nyata dari ketidakseriusan pemerintah daerah dalam mengelola RSUD,” tambahnya.
Ia juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana rumah sakit, yang dinilai hanya menjadi simbol belaka tanpa pelayanan yang memadai. Bahkan, muncul dugaan adanya penyalahgunaan anggaran.
“RSUD Abuya saat ini seperti simbol kebohongan publik. Fisiknya ada, tapi manfaatnya nihil. Yang dirugikan ya masyarakat kecil seperti kami,” tegasnya.
Menyikapi situasi itu, masyarakat kepulauan mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melakukan evaluasi total terhadap manajemen RSUD Abuya.
Mereka juga meminta agar Direktur RSUD Abuya dan Kepala Dinas Kesehatan segera dicopot karena dinilai tidak mampu menghadirkan terobosan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kami rasa mereka belum mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” pungkasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, Direktur RSUD Abuya, dr. Hidayaturrahman, belum memberikan keterangan resmi meskipun pesan konfirmasi via WhatsApp centang dua, pada Rabu (9/4/2025). ***













>