Krisis Layanan RSUD Abuya: Warga Terpaksa Bayar Sendiri Meski Punya BPJS

- Penulis

Rabu, 9 April 2025 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean, Sumenep, Madura, @by_News9.id

Foto: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean, Sumenep, Madura, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kekhawatiran masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abuya Kangean, Sumenep, Madura, kian meningkat.

Pasalnya, sejumlah persoalan mendasar seperti ketiadaan obat hingga rumitnya sistem rujukan pasien BPJS, menjadi sorotan publik.

Salah satu keluhan paling krusial yaitu tidak tersedianya obat-obatan penting yang telah diresepkan oleh dokter RSUD Abuya.

Kondisi tersebut memaksa pasien untuk membeli obat di luar rumah sakit, padahal seharusnya obat tersedia di instalasi farmasi rumah sakit.

“Bagaimana mungkin obat yang diresepkan dokter di RS sendiri malah harus dicari ke apotek luar? Ini sungguh merugikan masyarakat, apalagi bagi yang ekonominya terbatas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada News9.id, Sabtu (5/4/2025).

Selain persoalan obat, masyarakat juga mengeluhkan sistem rujukan BPJS yang dinilai membingungkan dan menyulitkan.

Baca Juga:  PWI Sampang Desak Proses Hukum Hotman Paris, Ancaman Pers

Salah satu contohnya terjadi di Puskesmas Arjasa, ketika pasien BPJS yang meminta rujukan ditolak karena dokter spesialis di RSUD Abuya belum terdaftar dalam sistem P-Care BPJS.

Sehingga mengakibatkan pasien harus membayar biaya pengobatan secara umum, meskipun telah memiliki BPJS aktif.

“Ini jelas sangat merugikan. Kami punya BPJS tapi tak bisa digunakan, hanya karena rumah sakit belum memenuhi syarat administrasi. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk nyata dari ketidakseriusan pemerintah daerah dalam mengelola RSUD,” tambahnya.

Ia juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana rumah sakit, yang dinilai hanya menjadi simbol belaka tanpa pelayanan yang memadai. Bahkan, muncul dugaan adanya penyalahgunaan anggaran.

“RSUD Abuya saat ini seperti simbol kebohongan publik. Fisiknya ada, tapi manfaatnya nihil. Yang dirugikan ya masyarakat kecil seperti kami,” tegasnya.

Menyikapi situasi itu, masyarakat kepulauan mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melakukan evaluasi total terhadap manajemen RSUD Abuya.

Baca Juga:  Bangun Musholla Baru, Babinsa Padang Pererat Komunikasi dan Silaturahmi Bersama Warga

Mereka juga meminta agar Direktur RSUD Abuya dan Kepala Dinas Kesehatan segera dicopot karena dinilai tidak mampu menghadirkan terobosan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat kecil.

“Kami rasa mereka belum mampu mengambil keputusan dan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal,” pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, Direktur RSUD Abuya, dr. Hidayaturrahman, belum memberikan keterangan resmi meskipun pesan konfirmasi via WhatsApp centang dua, pada Rabu (9/4/2025). ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, @by_News9.id

DAERAH

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:28 WIB

FOTO: (ilustrasi) Terpidana kekerasan anak, Mas’oda, warga Desa Batuputih Daya, saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Terpidana Kekerasan Anak Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Sumenep

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:50 WIB