Simbolisme Mengalahkan Kebutuhan Rakyat? Rencana Motor Kades Picu Polemik

- Redaktur

Kamis, 17 April 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sebagian kecil contoh jalan yang rusak di Kabupaten Lumajang, Ketua LSM AMPEL (kanan). @by_News9.id

Foto: Sebagian kecil contoh jalan yang rusak di Kabupaten Lumajang, Ketua LSM AMPEL (kanan). @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Rencana Pemerintah Kabupaten Lumajang menggelontorkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk pengadaan motor operasional bagi para kepala desa menuai sorotan tajam.

Di tengah kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, kebijakan ini dianggap publik sebagai bentuk salah urus prioritas dan kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

Wacana yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut langsung memantik reaksi keras warga.

Banyak yang mempertanyakan urgensi pembelian motor baru, sementara akses jalan di berbagai wilayah masih menyulitkan mobilitas warga.

“Masih banyak jalan berlubang dan rusak berat yang setiap hari dilalui warga untuk bekerja atau anak-anak sekolah. Mestinya itu yang jadi prioritas, bukan malah pengadaan motor,” tulis seorang warganet dalam komentar yang viral.

Tak hanya dari masyarakat, kritik juga datang dari kalangan pegiat pengawasan kebijakan.

Baca Juga:  Delapan Kali Berturut-Turut Raih WTP, Sumenep Jadi Barometer Nasional Tata Kelola Keuangan Daerah

Ketua LSM AMPEL Lumajang, Arsyad Subekti, menilai bahwa kebijakan tersebut tidak salah secara ide, namun sangat tidak tepat dalam hal waktu dan konteks.

“Memberi kendaraan operasional pada kepala desa boleh saja, tapi ini soal skala prioritas. Ketika infrastruktur rusak dan masyarakat kesulitan, menghabiskan Rp7 miliar untuk motor adalah keputusan yang patut dipertanyakan,” tegas Arsyad kepada News9, Kamis (17/4/2025).

Menurutnya, kondisi jalan di berbagai wilayah Lumajang kini sudah pada taraf membahayakan keselamatan.

Baca Juga:  Dinilai Ancam Gizi Anak dan APBN, JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Sementara MBG di Madura

Ia menyebut, pemerintah seharusnya memfokuskan anggaran untuk kebutuhan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, bukan kebijakan simbolis yang minim urgensi.

“Banyak jalan di Lumajang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan membahayakan pengguna. Ini soal keselamatan warga, bukan hanya soal fasilitas birokrat. Itu yang semestinya jadi perhatian utama,” tambahnya.

Arsyad juga mengingatkan bahwa kebijakan publik, apalagi yang menyangkut dana besar, harus dilandasi transparansi, urgensi, dan keberpihakan pada rakyat.

Baca Juga:  Polres Sampang Tertibkan Arena Balap Kelereng Usai Aduan Warga

Ia meminta agar Pemkab Lumajang segera mengevaluasi wacana tersebut dan menunjukkan komitmen nyata pada kebutuhan mendasar masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada kebijakan yang bernuansa seremonial. Prioritas harus ditentukan berdasarkan kondisi riil, bukan atas dasar politik,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB