Dinilai Ancam Gizi Anak dan APBN, JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Sementara MBG di Madura

- Redaktur

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (istimewa) Toifur Ali Wafa, Sekretaris JSI, sekaligus pimred nusainsider.com. @by_News9.id

FOTO: (istimewa) Toifur Ali Wafa, Sekretaris JSI, sekaligus pimred nusainsider.com. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Jurnalis Sumenep Independen (JSI) secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wilayah Madura Utamanya kabupaten Ujung timur pulau Madura yakni Sumenep.

Desakan ini disampaikan menyusul berbagai dugaan adanya temuan di lapangan yang dinilai justru berpotensi merusak gizi anak bangsa, mengganggu stabilitas ekonomi, serta menggerus program prioritas negara.

Sekretaris JSI, Toifur Ali Wafa sekaligus pimred nusainsider.com menegaskan bahwa secara konsep, Program MBG sejatinya merupakan program mulia yang bertujuan mencegah stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan.

Bahkan, program ini meniru skema serupa yang telah diterapkan di negara seperti India dan Brasil, yang terbukti memberikan dampak sosial dan ekonomi positif.

Namun menurut JSI, penerapan MBG di Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja tanpa memahami kondisi geografis, sosial, dan tata kelola daerah yang sangat beragam.

“Bapak Presiden seharusnya terlebih dahulu memahami peta sosial dan geografis Indonesia. Jika tidak, MBG hanya akan menjadi program buang-buang anggaran dan tidak selaras dengan Asta Cita Presiden,” tegas Toifur kepada sejumlah media, kamis 8 Januari 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa MBG bukan hanya untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi daerah, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM. Namun, JSI menilai narasi tersebut tidak sepenuhnya berjalan efektif di lapangan.

“Menurut kami, program ini justru berpotensi hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dan tidak berdampak nyata bagi masyarakat luas, lebih khusus Anak bangsa” lanjutnya.

Berdasarkan temuan dan informasi yang diterima JSI, program MBG dinilai berpotensi menimbulkan tiga persoalan serius, yakni:

Baca Juga:  Klaim Tak Sesuai Realita: Kades Batang-Batang Laok Dianggap Tak Mampu Urus Infrastruktur

1. Ekonomi Berisiko Stagnan

Program MBG diduga membuka ruang bagi praktik pengambilan keuntungan oleh oknum tertentu dengan cara mengurangi alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemenuhan gizi anak.

Akibatnya, manfaat ekonomi hanya berputar di kelompok terbatas.

Baca Juga:  Pengakuan CEO Bawang Mas Grup: 99,99 Persen Pengusaha Salah Aturan

2. Merusak Program Prioritas Negara

Besarnya anggaran MBG berpotensi menggerus alokasi APBN untuk program strategis lain yang juga menyentuh kepentingan rakyat. Negara dikhawatirkan kehilangan banyak program prioritas akibat pembiayaan MBG yang tidak terkontrol.

3. Mengancam Gizi Anak Bangsa

Dalam praktiknya, MBG justru menuai kritik karena ditemukan makanan basi, menu tidak layak konsumsi, dan tidak memenuhi standar gizi.

Gizi buruk, menurut JSI, bisa dipicu oleh salah kelola program makan, terutama ketika menu disusun tanpa perhitungan ilmiah dari ahli gizi. Makanan tampak beragam, namun miskin nutrisi dan berbahaya bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  873 Pelamar Berebut Formasi BLUD RSUD Sumenep, Hanya 411 Lolos Administrasi

Atas kondisi tersebut, JSI menilai penghentian sementara Program MBG menjadi langkah paling rasional untuk menyelamatkan keuangan negara sekaligus memastikan kesehatan generasi bangsa ini.

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara program ini demi menyelamatkan APBN dan gizi anak bangsa agar tetap sehat dan berkembang,” ujar Toifur.

Lebih lanjut, Toifur sapaan akrabnya juga menegaskan, apabila Program MBG tetap dilanjutkan tanpa evaluasi menyeluruh, pihaknya siap membuka kanal pengaduan publik.

“Kami akan membuka kanal pengaduan untuk memastikan dugaan bahwa hingga 70 persen program mulia Presiden tersebut telah disalahgunakan oleh sebagian oknum,” tutupnya.

Sementara itu, Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta masih mencari akses guna konfirmasi dan menunggu Hak Jawab Resmi Presiden RI Prabowo Subianto terkait program MBG tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB