BeritaPeristiwa

Tanggul Jebol, Banjir Kepung Kebunagung Sumenep: Warga Mengungsi, Pemerintah Ditagih Aksi Nyata

829
×

Tanggul Jebol, Banjir Kepung Kebunagung Sumenep: Warga Mengungsi, Pemerintah Ditagih Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
Foto: Warga di RT 02 dan RT 10 terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. @by_News9.id
Foto: Warga di RT 02 dan RT 10 terdampak banjir akibat debit air yang cukup tinggi. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kota Sumenep selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai di Desa Kebunagung meluap dan memicu banjir besar, Selasa (13/5/2025).

Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul di belakang kantor UPT Pengairan, yang menyebabkan aliran air meluas hingga ke Desa Babbalan.

Kepala Desa Kebunagung, Bustanul Affa yang akrab disapa Tanu, menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang melanda warganya.

Ia menyebutkan bahwa banjir kali ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu longsor di beberapa titik rawan.

“Warga di RT 02 dan RT 10 sudah mulai melaporkan adanya longsor. Beberapa area tanah di dekat aliran sungai terlihat mulai runtuh karena erosi,” jelas Kades Tanu.

Sementara itu, debit air yang tinggi membuat aliran sungai tak mampu menampung limpasan hujan.

Tanggul di belakang kantor UPT Pengairan mengalami kerusakan parah di sejumlah bagian, sehingga air sungai mengalir deras dan mempercepat pengikisan tanah di sepanjang tepi sungai.

Ironisnya, petugas dinas terkait tidak ada bahkan pegawai UPT Pengairan setempat juga tidak keliatan batang hidungnya di titik lokasi yang rawan.

Tanpak bergegas cekat dan kelihatan hadir hanya Babinsa bersama anggota Koramil Kota yang membantu di rumah warga terdampak.

Tanu juga menyayangkan minimnya respons dari dinas terkait, meskipun pihak desa sudah berulang kali melaporkan kondisi tanggul tersebut.

“Sejak awal kami sudah melapor ke dinas teknis. Memang mereka pernah turun ke lapangan, tapi setelah itu tak ada tindak lanjut. Hingga sekarang, belum ada tindakan konkret,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Tanu menegaskan bahwa lambannya penanganan dari instansi terkait sangat meresahkan warga, apalagi sebagian besar wilayah Desa Kebunagung berada di dataran rendah yang rentan banjir.

“Warga sudah banyak mengeluh. Kami hanya bisa menyampaikan laporan, tapi kalau tidak direspon dari atas, kami bisa apa?” tambahnya.

Situasi darurat ini mendorong sejumlah warga mulai mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.

Mereka khawatir curah hujan yang masih tinggi bisa memperburuk kondisi tanggul dan memicu longsor lebih luas di kawasan padat penduduk.

Menurut catatan desa, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam lima tahun terakhir.

Kades Tanu juga mendesak agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pengairan dan BPBD Sumenep, segera turun tangan secara serius.

“Jangan tunggu jatuh korban jiwa dulu baru bertindak. Kami butuh solusi nyata, cepat, dan menyeluruh,” tegasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep terkait laporan warga maupun kondisi tanggul yang jebol tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

>