BeritaPeristiwa

Status Siaga Banjir di Sampang Naik Menjadi Siaga 2, Genangan Air Mulai Capai Wilayah Perkotaan

653
×

Status Siaga Banjir di Sampang Naik Menjadi Siaga 2, Genangan Air Mulai Capai Wilayah Perkotaan

Sebarkan artikel ini
Foto: Luapan sungai Kemuning yang mulai merendam sejumlah rumah di wilayah perkotaan. @by_News9.id
Foto: Luapan sungai Kemuning yang mulai merendam sejumlah rumah di wilayah perkotaan. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meningkatkan status siaga banjir dari Siaga 3 menjadi Siaga 2 menyusul meluapnya Sungai Kemuning yang mulai merendam sejumlah titik di wilayah perkotaan.

Informasi ini disampaikan melalui rilis resmi BPBD Sampang pada Sabtu (17/5/25) pagi. Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Romadhani Amin, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa peningkatan debit air sungai terjadi sejak pukul 09.29 WIB. Data tersebut diperoleh dari hasil pantauan tim BPBD, relawan AGISENA, dan laporan warga setempat.

“Debit air terus mengalami peningkatan, dan seiring dengan kondisi air laut yang tengah pasang, genangan air mulai meluas ke beberapa titik di wilayah perkotaan. Diperkirakan air laut akan terus pasang hingga pukul 12.06 WIB,” ujar Hozin.

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Jalan Raya Desa Panggung, Jalan Imam Bonjol, Kamboja, Bahagia, Pemuda Baru, Pemuda Satria, serta Jalan Garuda dan sekitarnya. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 hingga 20 sentimeter.

Sebagai bentuk respons cepat, tim BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan ketinggian air.

Selain itu, BPBD juga mengerahkan petugas untuk memberikan imbauan kepada warga melalui woro-woro agar tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan.

Sebelumnya, pada Jumat (16/5/2025), BPBD Sampang menetapkan status Siaga 3 menyusul tingginya intensitas hujan di wilayah Kecamatan Robatal dan Karang Penang.

Hujan deras juga mengguyur sebagian desa di Kecamatan Kedungdung pada malam harinya, menyebabkan luapan Sungai Kemuning hingga ke permukiman warga.

Laporan terbaru pada Sabtu pagi (17/5/25) menyebutkan bahwa debit air di beberapa desa terdampak masih tinggi dan berpotensi meningkat, mengingat aliran air dari wilayah utara belum menunjukkan penurunan signifikan.

Fenomena pasang air laut turut memperlambat aliran sungai menuju laut, memperburuk kondisi genangan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan mengikuti arahan petugas jika kondisi memburuk.

Warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai dan titik rawan banjir diminta untuk mengamankan barang-barang penting dan mengantisipasi evakuasi jika diperlukan. ***

Tinggalkan Balasan

>