NASIONAL

Siap Hadapi Era Digital! 129 Guru di Sumenep Dilatih Koding dan Kecerdasan AI

349
×

Siap Hadapi Era Digital! 129 Guru di Sumenep Dilatih Koding dan Kecerdasan AI

Sebarkan artikel ini
FOTO: Disdik Sumenep saat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). @by_News9.id
FOTO: Disdik Sumenep saat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dalam memperkuat literasi digital di kalangan guru dan kepala sekolah terus digenjot.

Disdik Sumenep resmi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di Hotel Asmi Sumenep, pada Sabtu (14/6/2025).

Sebanyak 129 guru jenjang SD dan SMP ikut serta dalam bimtek yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari ini, mulai dari tanggal 14 hingga 17 Juni 2025.

Baca Juga:  Pengawas MTs Lakukan Workshop Implementasi KBC

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi tenaga pendidik.

Menurut dia, koding tak sekadar bahasa pemrograman, melainkan juga cara melatih pola pikir logis, sistematis, dan terstruktur.

“AI bukan lagi alat bantu. Ia sudah menjadi bagian dari ekosistem kerja dan pembelajaran,” ujar Agus.

Dia menambahkan, penguatan literasi digital merupakan kebijakan strategis nasional yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan program digitalisasi sekolah yang tengah digalakkan oleh Kemendikbudristek.

“Komitmen kami jelas. Program ini harus memberi manfaat luas. Tak boleh ada yang tertinggal dalam transformasi digital, baik sekolah sasaran maupun non-sasaran,” tegasnya.

Tidak hanya sekadar memahami konsep, lanjut Agus, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan koding dan AI dalam proses pembelajaran di kelas.

Baca Juga:  Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

Lebih dari itu, mereka ditantang menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.

“Guru bukan cuma pengguna teknologi. Mereka harus jadi kreator sekaligus pengarah. Adaptif dan bijak dalam menggunakannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi menegaskan bahwa bimtek ini bukan kegiatan seremonial.

Baca Juga:  Perpudes "PARJHUGHA" Wakili Sampang di Ajang Apresiasi Perpustakaan Umum Terbaik Jawa Timur 2025

Dia memastikan akan ada pengawasan dan evaluasi berkelanjutan atas implementasi program tersebut.

“Dari daratan hingga kepulauan, semua harus merasakan dampaknya. Kami akan kontrol langsung,” pungkasnya. ***