BeritaPolitik

FaHaM Berselawat: Menggaungkan Pilkada Damai di Sumenep

334
×

FaHaM Berselawat: Menggaungkan Pilkada Damai di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Foto: Ribuan warga Sumenep berkumpul di Lapangan Gapura, Kecamatan Gapura, @by_News9.id
Foto: Ribuan warga Sumenep berkumpul di Lapangan Gapura, Kecamatan Gapura, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Ribuan warga Sumenep berkumpul di Lapangan Gapura, Kecamatan Gapura, pada Selasa (19/11/2024) dalam acara bertajuk “FaHaM Berselawat“.

Kegiatan ini merupakan inisiatif gabungan relawan dari jaringan pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Achmad Fauzi Wongsojudo dan K.H. Imam Hasyim (FaHaM), sebagai bentuk doa bersama menjelang Pilkada pada 27 November mendatang.

Acara yang diisi oleh Majelis Selawat At-Taufiq dan Irwan Krisdianto ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga dihadiri langsung oleh pasangan calon, Achmad Fauzi Wongsojudo dan K.H. Imam Hasyim.

Para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat turut memeriahkan suasana penuh khidmat tersebut.

Koordinator acara, Fauzan Adhima, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menciptakan Pilkada damai dan santun.

“Lewat gelaran ini, kami mengajak masyarakat berselawat dan mendoakan kemenangan FaHaM dengan menciptakan suasana Pilkada yang damai, bukan dengan menyebarkan hinaan atau cacian kepada pihak lain,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini memberikan efek positif bagi seluruh masyarakat Sumenep, khususnya dalam menjaga kondusivitas jelang Pilkada serentak.

“Semoga kegiatan semacam ini membawa kedamaian, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.

Tidak hanya berselawat, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yaitu musik Tong-tong Pangeran Songennep dan Tong Tong Peccot Ngamox, yang semakin memperkaya suasana kebudayaan di tengah gelaran doa bersama.

Acara bertajuk “Pilkada Damai dan Santun” ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat Sumenep untuk menjaga persatuan dan kerukunan, menjadikan Pilkada sebagai pesta demokrasi yang bermartabat dan penuh nilai religius. ***

Tinggalkan Balasan

2