SUMENEP, NEWS9 – Dugaan kuat adanya keterlibatan seorang perempuan sebagai penyokong dana jaringan narkoba di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, kini juga menjadi sorotan tajam masyarakat.
Perempuan sebut saja “bunga” disebut-sebut punya peran sentral dalam melanggengkan peredaran sabu di wilayah terpencil itu, yang selama ini dikenal sulit dijangkau aparat hukum.
Berdasarkan penelusuran tim investigasi News9.id, “bunga” bukan hanya dikenal dekat dengan beberapa bandar besar di Masalembu, namun juga diduga menjadi pemasok logistik dan pengatur arus keuangan dalam jaringan tersebut.
Informasi dari warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa aktivitas “bunga” kerap terlihat mencurigakan, terutama saat keluar-masuk pelabuhan dengan membawa barang dalam jumlah besar.
“Kalau ada kiriman barang dari luar, hampir pasti dia yang urus. Tapi yang bikin curiga, selama ini tidak pernah tersentuh hukum. Entah karena takut, atau ada beking besar di belakangnya,” ungkap salah satu warga Desa Masalima, Sabtu (26/7/2025).
Keterlibatan “bunga” memperkuat dugaan bahwa peredaran sabu di Masalembu tak hanya dijalankan oleh para pria berinisial B, A, H, dan S yang sebelumnya disebut sebagai pemain utama melainkan juga difasilitasi oleh jaringan yang lebih terorganisir, termasuk dukungan finansial dari kalangan tertentu.
Ironisnya, Polsek Masalembu hingga kini masih terkesan pasif.
Beberapa laporan warga mengenai aktivitas para bandar dan dugaan kuat keterlibatan “bunga” tak pernah direspons dengan tindakan nyata.
Hal itu memunculkan kecurigaan bahwa ada pembiaran sistematis atau bahkan “main mata” antara oknum aparat dan para pelaku.
“Sudah lama kami lapor. Tapi tidak pernah ada penggerebekan. Masyarakat mulai frustrasi dan tidak percaya lagi pada penegak hukum di sini. Kami yakin polisi bukan tidak mengetahui para bandar besar, namun dugaan kami memang ada pembiaran,” ujar tokoh masyarakat setempat.
Desakan terhadap Kapolri, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Sumenep untuk turun tangan langsung semakin menguat.
Masyarakat meminta agar aparat dari luar Masalembu mengambil alih proses penindakan, demi menghindari konflik kepentingan dan menjamin netralitas penegakan hukum.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat saat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan perempuan “bunga” mengatakan belum mendapatkan data dan info.
“Terkait info tersebut kami belum mendapat data/info yang akurat, akan kami lidik dulu,” singkat Asnan, Kapolsek Masalembu. ***













>