Menkes Pastikan Madura Punya Laboratorium Kesehatan

- Redaktur

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (kanan), didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri), saat kunjungan kerja, @by_News9.id

FOTO: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (kanan), didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri), saat kunjungan kerja, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan Pulau Madura akan segera memiliki laboratorium kesehatan khusus penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah, salah satunya campak.

Laboratorium itu dinilai sangat penting untuk mempercepat proses deteksi dini sekaligus memutus rantai penyebaran penyakit.

Selama ini, rumah sakit maupun puskesmas di Sumenep dan wilayah Madura lainnya harus mengirim sampel pasien ke Surabaya untuk memastikan diagnosis, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kami ingin Pulau Madura ada satu laboratorium penyakit campak supaya mudah mendeteksinya. Jadi, manakala ada pasien dengan gejala, bisa segera ditangani agar tidak menyebar di masyarakat,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumenep, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, keberadaan laboratorium di Madura akan memangkas waktu diagnosis dan memudahkan fasilitas kesehatan dalam melakukan deteksi dini.

Baca Juga:  Ketika Bajak Laut Lebih Bisa Diandalkan daripada Negara

Data hasil pemeriksaan pasien nantinya bisa langsung digunakan untuk melakukan surveilans, skrining, hingga langkah cepat mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kecepatan deteksi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Bahkan, dari hasil diagnosis itu bisa langsung dilakukan imunisasi di satu desa atau kecamatan tempat pasien tinggal,” tegasnya.

Menkes juga mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan di Madura, mulai dari dokter hingga petugas puskesmas, yang selama ini bergerak cepat menangani kasus campak di lapangan.

Baca Juga:  Polsek Laren Polres Lamongan Dorong Swasembada Pangan Lewat Pengecekan dan Penyuluhan Pekarangan Bergizi

Ia berharap pelaksanaan imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) dapat menekan laju kasus baru.

“Kami mengharapkan ORI menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya imunisasi, sebagai perlindungan jangka panjang terhadap penyakit menular,” pungkas Budi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal
SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DPR Janji RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Berita Terbaru