Birokrasi Busuk di Ujung Madura, PJ Desa Sukajeruk Diduga Mandek

- Editorial Team

Selasa, 18 November 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, @by_News9.id

FOTO: Kantor Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Potret buram birokrasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mencuat.

Kali ini datang dari Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, yang disebut-sebut menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap aparatur di bawahnya.

Burhan, tokoh pemuda setempat, menilai bahwa wajah birokrasi Sumenep hari ini adalah yang terburuk di Madura.

Ia menuding sistem pemerintahan desa hingga kabupaten mengalami stagnasi dan pembusukan moral yang serius.

“PJ Desa Sukajeruk menjabat sejak 2022 sampai sekarang tanpa ada penyegaran. Tidak ada perubahan signifikan, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik. Bahkan, kantor desa sering kosong, bansos pun diberikan pilih kasih. Ini bukti lemahnya SDM dan pengawasan dari atas,” tegas Burhan kepada News9.id, Rabu (12/11/2025).

Burhan juga mempertanyakan sikap Bupati Sumenep yang dinilai abai terhadap kinerja bawahannya.

Baca Juga:  Hardiknas 2025: Ironi di Tengah Janji Pendidikan Bermutu

Menurutnya, seharusnya kepala daerah lebih bertanggung jawab dalam memastikan birokrasi berjalan sehat dan transparan.

“Apakah Desa Sukajeruk sengaja dibiarkan rusak oleh satu orang? Dana desa triliunan digelontorkan setiap tahun, tapi jalan ke Dusun Gunung, tepatnya di Labusada’, tak pernah disentuh perbaikan. Ini kejahatan birokrasi yang diselimuti akal busuk,” ujar Burhan dengan nada geram.

Akibat pembiaran itu, warga akhirnya gotong royong memperbaiki jalan dengan biaya pribadi agar tak lagi memakan korban kecelakaan.

Baca Juga:  Pagu Rp10 Ribu Perporsi untuk MBG Sampang Diragukan, Isi Paket Hanya 4 Item

Lebih parah lagi, menurut Burhan, selama menjabat PJ Desa Sukajeruk tidak pernah menggelar musyawarah desa (musdes) maupun musrenbangdes. Padahal, dua forum itu menjadi dasar sah pembangunan di tingkat desa.

“Kalau mekanisme dasar seperti musdes saja tidak dijalankan, lalu bagaimana bisa ada pembangunan yang berpihak pada rakyat? Ini kemunafikan birokrasi yang sudah melukai hati masyarakat,” tambahnya.

Burhan juga menyoroti tidak adanya transparansi keuangan desa.

Dia mengungkapkan bahwa APBDes tak pernah dipublikasikan ke masyarakat, baik melalui papan informasi desa maupun rapat terbuka.

“Tidak pernah ada laporan realisasi penggunaan ADD dan DD. Tidak ada akuntabilitas, tidak ada transparansi. Semua seperti ditutup rapat oleh PJ-nya,” tandasnya.

Situasi tersebut, menurutnya, mencerminkan betapa bobroknya sistem birokrasi di Sumenep mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Baca Juga:  Pasar Minggu Sumenep Diduga Jadi Ladang Pungli Berkedok UMKM

Pembiaran bertahun-tahun terhadap pejabat yang tak berprestasi menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan pengawasan pemerintah daerah.

“Ini fakta bahwa birokrasi Sumenep sedang sakit. Dari bawah sampai atas sama saja rusak oleh kepentingan dan kelalaian,” tutup Burhan penuh kecewa.

Sementara itu, Pj Kades Sukajeruk, Taufiqurrahman, hingga berita ini dinaikkan belum dapat dikonfirmasi lantaran keterbatasan komunikasi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK). @by_News9.id

PERISTIWA

Warga Tambelangan Sampang Tewas Dibunuh OTK

Senin, 21 Sep 2026 - 09:06 WIB

FOTO: Barang bukti fisik berupa bagian pohon produktif yang diduga ditebang tanpa izin. @by_News9.id

HUKRIM

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:03 WIB