BeritaPeristiwa

SK Misterius Hentikan Duta Kampus Uniba Madura, Dugaan Calon Titipan Muncul ke Permukaan

180
×

SK Misterius Hentikan Duta Kampus Uniba Madura, Dugaan Calon Titipan Muncul ke Permukaan

Sebarkan artikel ini
SK Misterius Hentikan Duta Kampus Uniba Madura, Dugaan Calon Titipan Muncul ke Permukaan
FOTO: Riski, mahasiswa Uniba Madura. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemilihan Duta Kampus Uniba Madura yang awalnya disiapkan megah dengan dukungan 30 sponsor mendadak berubah menjadi polemik besar setelah pihak rektorat mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembekuan kegiatan.

Keputusan yang turun tiba-tiba itu memicu tanda tanya besar dan kegaduhan di kalangan mahasiswa.

SK pemberhentian tersebut diterbitkan di tengah menguatnya isu mengenai adanya “calon titipan” seseorang yang disebut dekat dengan lingkaran tertentu di internal kampus namun gagal lolos sebagai peserta resmi.

Ketidakhadiran nama tersebut dalam daftar peserta justru memunculkan dugaan adanya tarik-ulurnya kepentingan di balik seleksi.

Padahal, seleksi tahap pertama sudah selesai dan seluruh persiapan menuju tahap kedua telah berjalan matang.

Namun semuanya berhenti setelah kampus menerbitkan SK tertanggal 19 November, ditandatangani oleh Ketua Senat Uniba Madura, Budi Siswanto.

Riski, mahasiswa Uniba Madura, mengecam keras keputusan sepihak tersebut.

“Pihak rektor, khususnya ketua senat, tidak seharusnya langsung membekukan panitia tanpa penjelasan terbuka. Publik kampus berhak tahu apa persoalannya,” tegasnya.

Ia juga menilai pembekuan tersebut mengacaukan nasib peserta yang telah lolos seleksi tahap pertama.

“Ini menimbulkan ketidakjelasan dan bisa merugikan peserta. SK ini justru menimbulkan persepsi bahwa ada kepentingan tertentu yang ingin diamankan, apalagi muncul berbarengan dengan isu calon titipan,” tambahnya.

Ketiadaan klarifikasi dari pihak kampus membuat berbagai spekulasi liar tumbuh subur.

Banyak pihak menduga SK tersebut merupakan bentuk tekanan internal, yang berkaitan erat dengan kegagalan seorang calon tertentu untuk lolos seleksi.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak rektorat belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembekuan menjelang seleksi tahap kedua.

Ketegangan internal makin menguat, dan ajang yang seharusnya menjadi ruang prestasi kini berubah menjadi panggung kontroversi.

Peserta yang lolos di tahap pertama kini menunggu tanpa kejelasan, sementara Pemilihan Duta Kampus Uniba Madura berubah dari kegiatan prestisius menjadi sorotan tajam mahasiswa yang menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keadilan proses. ***

Tinggalkan Balasan

>