Menu MBG di Sampang Dikeluhkan, Wali Murid Nilai Tak Seimbang dengan Anggaran

- Redaktur

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menu MBG Darun Najah Desa Jungkarang, Jrengik, Sampang Madura, Jawa Timur . Kamis (18/12) dan Menu Sebelumnya. @by_News9.id

FOTO: Menu MBG Darun Najah Desa Jungkarang, Jrengik, Sampang Madura, Jawa Timur . Kamis (18/12) dan Menu Sebelumnya. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darun Najah, Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, menuai keluhan wali murid.

Keluhan itu mencuat pada Kamis, (18/12), lantaran menu yang diterima siswa PAUD dan SD dinilai terlalu minim dan tak sebanding dengan anggaran resmi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sejumlah wali murid menilai kualitas dan komposisi makanan yang dibagikan jauh dari standar menu gizi seimbang.

“Menu yang dibagikan hanya jagung rebus, tahu, gorengan tepung, dan satu pisang. Kalau dirinci, nilainya tidak sampai Rp 8 ribu – Rp10 ribu,” cetus seorang wali murid PAUD di Jungkarang, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia menambahkan, kondisi itu bukan sekali terjadi.

“sebelumnya juga menunya mengenaskan, Lama-lama dapur ini menunya tidak karuan,” kesalnya

Keluhan tersebut kontras dengan pernyataan resmi Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang sebelumnya merinci anggaran MBG secara nasional.

Baca Juga:  Tabrakan Maut di Jalan Raya Lenteng, Pengendara Motor Tewas Seketika di Lokasi

Menurut Dadan, biaya MBG per siswa umumnya berkisar Rp15.000 per porsi.

Dari jumlah itu, sekitar Rp10.000 dialokasikan untuk bahan baku, (meliputi nasi, lauk berprotein, sayur, dan buah), Rp3.000 untuk biaya operasional, serta Rp2.000 untuk sewa dapur.

“Anggaran ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan indeks kemahalan daerah, dengan target menu lengkap bergizi seimbang,” kata Dadan dalam pernyataannya.di kutip dari berbagai media nasional.

BGN juga menegaskan sanksi tegas bagi dapur MBG yang terbukti menyimpang.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam berbagai pernyataan di media sosial, mengingatkan bahwa penyelewengan anggaran dapat berujung pada penutupan dapur, investigasi dan audit, hingga proses hukum pidana.

Menurut BGN, penyimpangan anggaran berdampak langsung pada kualitas gizi makanan yang disalurkan dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Gas Subsidi Dijual Bebas di Sumenep, Aktivis Desak Izin Agen LPG 3 Kg Dicabut

Sorotan serupa datang dari kalangan aktivis Sampang, Agus Efendi, menyebut dugaan penyunatan anggaran MBG sudah menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Ia mengutip pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta pengawasan ketat terhadap pengelola dapur SPPG.

“KPK mencium aroma penyunatan anggaran MBG. Ini harus diawasi karena berdampak langsung pada kualitas makanan penerima manfaat,” kata Agus, merujuk pada pernyataan Irawati, Analis Tindak Pidana Korupsi Madya KPK RI.

Namun, saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Darun Najah Jungkarang, Rahmad Ainul Faqih, menanggapi dengan nada yang dinilai ringan.

Dalam percakapan singkat melalui pesan tertulis di Whatsap, ia justru meminta identitas wali murid dan rincian perhitungan menu, bahkan mengusulkan adanya wawancara video langsung dengan wali murid.

Baca Juga:  Diam-Diam Evaluasi DinkesP2KB, Komisi IV DPRD Sumenep Angkat Bicara

“Saya pengen tahu rinciannya beliau,” tulis Rahmad dalam pesan tersebut.

Respons itu memantik kritik tajam dari Ketua Aliansi Pemuda Sampang Agus Efendi. Menurut dia, sikap kepala SPPG tidak menyentuh substansi persoalan.

“Dia digaji dari uang rakyat, tapi malah balik mempertanyakan konfirmasi wartawan. Ini tidak etis,” ujarnya.

Agus mendesak Satuan Tugas tingkat Kabupaten Sampang segera mengevaluasi kinerja Kepala SPPG Darun Najah.

“Pernyataan itu mencederai kerja jurnalistik dan mengaburkan persoalan utama, yakni kualitas dan transparansi MBG,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Satgas MBG Kabupaten, terkait dugaan ketidaksesuaian menu MBG di SPPG Jungkarang.

Perlu diketahui wali murid berharap ada audit terbuka agar program MBG benar-benar memenuhi tujuan awalnya menyediakan makanan bergizi, layak, dan transparan bagi anak-anak. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB