BeritaPeristiwa

Warga Dusun Dik Kodik Geram, Infrastruktur Gapura Timur Hancur Bertahun-tahun

150
×

Warga Dusun Dik Kodik Geram, Infrastruktur Gapura Timur Hancur Bertahun-tahun

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun Dik Kodik Geram, Infrastruktur Gapura Timur Hancur Bertahun-tahun
FOTO: Kondisi jalan di Dusun Dik Kodik, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, yang rusak parah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Warga Dusun Dik Kodik, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, mempertanyakan realisasi penggunaan Dana Desa yang setiap tahun dikucurkan pemerintah.

Pasalnya, warga geram hal itu tak berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka.

Kondisi jalan desa di Dusun Dik Kodik dilaporkan rusak parah dan penuh lubang.

Ironisnya, hingga kini belum ada penanganan nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) Gapura Timur, meski keluhan warga sudah berulang kali disampaikan.

“Pemerintah desa seakan tidak mau bertanggung jawab. Keluhan warga seperti tidak pernah didengar, padahal jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat,” ujar salah satu warga setempat, Jumat (26/12/2025).

Saat hujan turun, lubang-lubang di badan jalan tergenang air, sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Warga mengaku khawatir kecelakaan sewaktu-waktu bisa terjadi akibat kondisi tersebut.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, untuk apa Dana Desa dialokasikan jika infrastruktur dasar justru dibiarkan rusak?

Warga bahkan menilai prinsip good governance sama sekali tidak tercermin dalam tata kelola pemerintahan Desa Gapura Timur.

Pemdes dinilai berjalan sepihak, tanpa membuka ruang aspirasi, serta abai terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kepala desa itu jabatan sosial. Seharusnya lebih dekat dan peka terhadap kebutuhan warganya, bukan malah menjauh dari keluhan masyarakat,” tegas warga lainnya.

Alih-alih memperbaiki infrastruktur, pembiaran terhadap jalan rusak justru berpotensi menciptakan kesenjangan sosial baru.

Masyarakat menilai, jika kondisi itu terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa akan semakin terkikis.

Lebih ironis lagi, warga mengungkapkan bahwa setiap tahun Dana Desa masuk ke kas desa, namun realitanya, masih banyak ruas jalan yang rusak berat.

Bahkan dalam beberapa kasus, warga diminta swadaya untuk memperbaiki jalan yang sejatinya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

“Kalau semua dibebankan ke masyarakat, lalu apa fungsi kepala desa? Lebih baik jalan desa diserahkan saja ke warga,” sindir warga dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Gapura Timur belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait kondisi jalan rusak dan penggunaan Dana Desa yang dipersoalkan warga lantaran keterbatasan komunikasi. ***

Tinggalkan Balasan

>