BeritaPeristiwa

Absen Saat Didemo, Perwakilan PLN Sebut Manajer UP3 Madura Sedang Dinas Luar

64
×

Absen Saat Didemo, Perwakilan PLN Sebut Manajer UP3 Madura Sedang Dinas Luar

Sebarkan artikel ini
Absen Saat Didemo, Perwakilan PLN Sebut Manajer UP3 Madura Sedang Dinas Luar
FOTO: Forum Pemuda Raas (FPR) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura di Pamekasan. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Raas (FPR) kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Madura di Pamekasan, Rabu (4/3).

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat Raas atas buruknya pelayanan listrik yang kerap padam tanpa kejelasan.

Warga menilai janji perbaikan yang sebelumnya disampaikan pihak PLN hingga kini belum juga terealisasi.

Koordinator Lapangan aksi, Kurdiansyah, menyatakan massa datang bukan sekadar berorasi, melainkan menagih komitmen yang pernah disepakati dalam audiensi pada 17 November 2025.

Namun hingga kini, sejumlah poin kesepakatan dinilai masih menggantung tanpa realisasi.

“Kami sangat kecewa. Sejak 26 Februari lalu kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada UP3 Madura. Tapi hari ini Manajer UP3 Madura, Fahmi Fahresi, dan Manajer ULP Kangean, Khairul Ismail, justru tidak hadir menemui kami,” tegas Kurdiansyah di tengah aksi.

Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan PLN tersebut semakin memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap aspirasi masyarakat kepulauan.

Bahkan massa menilai komitmen perbaikan listrik yang selama ini disampaikan PLN hanya sebatas janji tanpa bukti.

“Jangan sampai masyarakat Raas terus dijadikan korban. Listrik padam sudah terlalu sering terjadi, sementara janji perbaikan hanya berputar di meja rapat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PLN UP3 Madura melalui perwakilannya, Anton, memberikan klarifikasi atas absennya jajaran manajemen.

Ia membantah anggapan bahwa pimpinan PLN sengaja menghindari massa aksi.

“Manajer tidak hadir bukan karena menghindari aksi, tetapi sedang menjalankan perjalanan dinas,” ujar Anton di hadapan demonstran.

Meski demikian, pihak PLN menyatakan telah menerima seluruh poin tuntutan yang disampaikan massa.

Sebagai bentuk prosedur administrasi, PLN juga menerbitkan surat tanda terima resmi atas tuntutan tersebut.

“Tuntutan dari rekan-rekan mahasiswa akan kami terima secara resmi dan menjadi bahan kajian internal di UP3 Madura. Selanjutnya akan dibahas sebelum Manajer UP3 Madura dan ULP Kangean menandatangani pakta integritas yang diminta,” jelas Anton.

Persoalan listrik di Pulau Raas memang menjadi sorotan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Pemadaman yang terjadi berulang kali dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Kondisi tersebut semakin terasa berat karena terjadi di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Forum Pemuda Raas menegaskan, jika tuntutan mereka kembali diabaikan dan pakta integritas tidak segera diteken, mereka siap membawa gelombang massa yang lebih besar.

Bagi warga kepulauan, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar yang seharusnya dipenuhi negara tanpa membedakan wilayah daratan maupun kepulauan. ***

Tinggalkan Balasan

>