SUMENEP, NEWS9 – Gerakan moral reformasi Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep yang digerakkan dari akar rumput akhirnya mencapai titik kulminasi.
Melalui Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) PBVSI Sumenep Tahun 2025 yang digelar pada 26 Desember 2025, forum secara aklamasi menetapkan Syamsul Mu’arif sebagai Ketua Pengurus Kabupaten PBVSI Sumenep periode 2025–2029.
Terpilihnya Syamsul Mu’arif tanpa proses voting menjadi penanda kuat keberhasilan gerakan reformasi yang dimotori klub-klub bolavoli se-Kabupaten Sumenep.
Aklamasi ini bukan sekadar prosedural, melainkan representasi kehendak kolektif 264 klub bolavoli yang secara penuh menggunakan kedaulatannya untuk menentukan arah organisasi.
Peserta MUSKAB menilai, lahirnya kepemimpinan baru PBVSI Sumenep merupakan buah dari proses demokrasi yang solid dan transparan.
Dimulai dari PRA MUSKAB, dilanjutkan dengan kesepakatan lintas paguyuban, hingga pelaksanaan MUSKAB yang terbuka dan inklusif.
Reformasi paling fundamental pun tercatat, sistem pemilihan berhasil diubah dari model perwakilan menjadi pemilihan langsung oleh seluruh klub.
Momentum MUSKAB 2025 juga diwarnai simbol perlawanan terhadap kemapanan.
Salah satu pimpinan sidang, Zein, yang dikenal sebagai motor penggerak reformasi PBVSI, tampil mengenakan sarung, berbeda dengan pimpinan sidang lain dan mayoritas peserta yang mengenakan busana formal.
Pilihan busana tersebut bukan tanpa makna. Sarung menjadi simbol kesahajaan, keberpihakan pada akar rumput, serta pesan tegas bahwa PBVSI harus kembali membumi dekat dengan klub dan memuliakan atlet.
Sosok yang akrab disapa Pak Zein itu memang dikenal konsisten menyuarakan perubahan dan keberanian melawan status quo organisasi.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PBVSI terpilih, Syamsul Mu’arif menyampaikan komitmen yang tegas dan tanpa kompromi untuk membangkitkan prestasi bolavoli Sumenep.
“Saya maju bukan untuk mencari keuntungan. Saya siap berkorban apa pun, bahkan siap rugi, demi kebangkitan bolavoli Sumenep. PBVSI ke depan harus menjadi rumah bersama bagi seluruh klub dan atlet,” tegas Syamsul di hadapan forum MUSKAB.
Ia menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinannya bersumber penuh dari klub-klub bolavoli se-Kabupaten Sumenep.
Karena itu, ia berjanji membuka ruang partisipasi seluas-luasnya, baik dalam penyusunan kepengurusan, pengambilan kebijakan, maupun pembinaan atlet dan prestasi.
Terpilihnya Syamsul Mu’arif sekaligus menutup bab panjang perjuangan reformasi PBVSI Sumenep.
Gerakan itu bermula dari suara kritis klub-klub Paguyuban Batuan, meluas ke lintas paguyuban, hingga akhirnya memaksa perubahan struktural melalui MUSKAB 2025.
Kini, publik olahraga Sumenep menaruh harapan besar pada kepengurusan PBVSI periode 2025–2029.
Dengan legitimasi penuh dari 264 klub, kepemimpinan baru diharapkan mampu mengakhiri praktik status quo, membangun tata kelola organisasi yang progresif dan akuntabel, serta mengembalikan kejayaan bolavoli Sumenep ke panggung prestasi. ***













>