SUMENEP, NEWS9 – Di tengah derasnya arus individualisme dan fragmentasi sosial, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep menghadirkan oase kebersamaan melalui agenda akbar Halal Bihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Sumenep.
Kegiatan akan digelar dengan penuh khidmat pada Ahad, 20 April 2025, besok pukul 07.30 WIB di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep.
Mengangkat tema monumental “Merekat Silaturrahmi dalam Bingkai Ketaqwaan dan Kepekaan Sosial untuk Sumenep Berkemajuan”, diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang temu pasca-Ramadan, namun juga menjadi titik tolak gerakan sosial yang menyejukkan dan membangun.
Ketua PDM Sumenep, Dr. Moh. Zeinuddin, S.H., S.H.I., M.Hum., menegaskan bahwa Halal Bihalal itu bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan hati, pikiran, dan langkah seluruh elemen keluarga besar Muhammadiyah.
“Kami ingin menyatukan potensi umat, memperkuat silaturahmi, dan membangun sensitivitas sosial. Ini bukan hanya soal berjabat tangan, tapi tentang meneguhkan komitmen untuk menjadikan Sumenep sebagai kabupaten yang religius, berkemajuan, dan peduli,” ujarnya, Sabtu (19/4/2025).
Dr. Zein menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi spiritual, intelektual, dan sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam modernis, tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga berdiri di garda depan membela kemanusiaan dan keadilan sosial.
Acara tersebut akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, baik dari internal Muhammadiyah maupun unsur pemerintahan dan akademik diantaranya, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. (Bupati Sumenep), Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua. (Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya).
Serta para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah seperti, Damayanti, S.Si (PD Aisyiyah), Nur Akhsany Takwin, S.Pd (PDNA), M. Andriansyah (PD Pemuda Muhammadiyah), Akhiyari, S.Ag., M.Pd.I. (Kwarda Hizbul Wathan), Barri Yusroni Arroisi, S.H. (PC IMM), dan Aura Intan Wulandari (PD IPM).
Tokoh kultural dan spiritual Sumenep, Bahrus Surur, M.Ag dari PIMDA 225 Tapak Suci, juga dijadwalkan turut menyemarakkan acara tersebut.
Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, yang dipilih sebagai lokasi acara, bukan sekadar tempat simbolik.
Ia adalah titik sejarah dan pemerintahan yang kini akan menjadi saksi nyata bagaimana Muhammadiyah menghadirkan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa.
Ukhuwah akan digemakan, empati disemai, dan gerakan pencerahan akan kembali dihidupkan.
Acara tersebut juga menjadi panggung reflektif untuk mengevaluasi peran dakwah Muhammadiyah di masyarakat serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan advokasi sosial.
“Kita ingin agar Halal Bihalal ini bukan sekadar perayaan, tapi gerakan moral. Kepekaan sosial harus menjadi fondasi setiap langkah kita. Jangan biarkan ada tetangga yang lapar, anak putus sekolah, atau masyarakat terabaikan,” tutup Dr. Zein. ***













>