BeritaSosial

Detikzone & Jurnalis Indonesia Sapa Dhuafa di Hari Toleransi Sedunia

116
×

Detikzone & Jurnalis Indonesia Sapa Dhuafa di Hari Toleransi Sedunia

Sebarkan artikel ini
Detikzone & Jurnalis Indonesia Sapa Dhuafa di Hari Toleransi Sedunia
FOTO: Pemimpin Redaksi Detikzone, Igusty Madani, saat menggelar grebek sedekah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Setelah sukses melaunching Musala Umum dan memulai program pengadaan Ambulans Umat, Detikzone kembali menunjukkan komitmennya sebagai media yang konsisten mengawal nilai-nilai kemanusiaan.

Bersama Jurnalis Indonesia dan donatur Hamba Allah, mereka kembali menggelar aksi Gerebek Sedekah di dua kecamatan, yakni Dungkek dan Pasongsongan, Minggu (16/11/2025).

Program sosial itu menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di antaranya seorang janda yang telah lumpuh selama 26 tahun, lansia buta, lansia renta, serta sejumlah dhuafa yang hidup dalam keterbatasan.

Menariknya, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia 2025, sehingga semakin menguatkan pesan bahwa kemanusiaan mampu melampaui perbedaan agama, suku, maupun latar sosial. Dalam aksi ini, kebaikan menjadi bahasa pemersatu seluruh elemen masyarakat.

Meski cuaca gerimis menyelimuti beberapa titik lokasi, tim Gerebek Sedekah tetap bergerak dengan penuh semangat.

Mereka menyusuri rumah-rumah warga untuk memastikan bantuan tiba langsung kepada penerima yang layak.

Bantuan yang disalurkan berupa 10 kilogram beras dan uang belanja guna memenuhi kebutuhan harian para penerima.

Puluhan lansia dan dhuafa tampak haru menerima bantuan tersebut, sementara kehadiran para jurnalis menjadi bukti bahwa kepedulian bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata.

Pemimpin Redaksi Detikzone, Igusty Madani, menegaskan bahwa Gerebek Sedekah merupakan bagian dari amanah moral media terhadap publik.

“Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjadi pelaku kebaikan. Gerebek Sedekah ini adalah langkah kecil yang kami harap mampu menumbuhkan semangat saling membantu di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada, Pemimpin Redaksi Jurnalis Indonesia, Ilyas, menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dalam kegiatan kemanusiaan. Ini bukan sekadar program, tetapi panggilan hati bahwa keberadaan media harus membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>