BeritaPendidikan

Dewan Pendidikan Sampang Ingatkan Disdik dan Desak Perbaikan Sekolah Rusak

780
×

Dewan Pendidikan Sampang Ingatkan Disdik dan Desak Perbaikan Sekolah Rusak

Sebarkan artikel ini
Dewan Pendidikan Sampang Ingatkan Disdik dan Desak Perbaikan Sekolah Rusak
FOTO: Hasan Rohmad, Anggota Dewan Pendidikan Sampang, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang mendesak perbaikan segera sejumlah sekolah dasar (SD) yang berada dalam kondisi rusak parah.

Desakan ini disampaikan menyusul temuan kondisi memprihatinkan di sejumlah sekolah yang belum juga tersentuh renovasi.

Anggota Dewan Pendidikan Sampang, Hasan Rohmad, mengingatkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat agar menjadikan renovasi gedung sekolah yang rusak sebagai prioritas utama.

“Dewan Pendidikan mendorong pemerintah, khususnya Disdik, untuk segera mengambil tindakan konkret dalam mengatasi masalah kualitas bangunan sekolah yang tidak layak di sejumlah desa,” tegas Hasan dalam keterangannya, kepada News9.id Selasa (16/9).

Sorotan ini muncul setelah hasil monitoring menemukan banyak bangunan sekolah di Sampang yang roboh dan mengalami kerusakan berat.

Salah satunya terjadi di SDN Gunung Rancak 1, Kecamatan Robatal, di mana atap ruang kelas ambruk. Akibatnya, para siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar di teras sekolah dan menumpang di rumah warga.

Kondisi ini tidak hanya sekadar persoalan estetika. Runtuhnya atap kelas menyebabkan dinding retak dan rawan roboh, sehingga membahayakan keselamatan peserta didik.

“Meski tidak ada korban jiwa, ini adalah alarm keras. Pemerintah harus mengevaluasi sistem pengawasan dan pengelolaan infrastruktur sekolah,” tegas Hasan.

Ia menilai, banyaknya bangunan sekolah yang rusak merupakan pekerjaan rumah (PR) mendesak bagi pemerintah daerah.

Kejadian ambruknya atap sekolah, menurutnya, tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa, melainkan sinyal darurat yang menuntut perbaikan secara sistemik.

Data Program Pengelolaan Pendidikan Kabupaten Sampang untuk Tahun Anggaran 2026 mencatat, sebagian dana memang telah dialokasikan untuk renovasi ruang kelas dengan kerusakan tingkat sedang hingga berat.

Namun, ketersediaan anggaran tersebut dinilai belum sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Pemerintah harus menyusun prioritas. Sekolah yang kerusakannya membahayakan keselamatan murid harus berada di urutan teratas untuk segera diperbaiki,” ujar Hasan.

Dia menekankan, dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas sarana dan prasarana.

“Memiliki fasilitas yang layak adalah investasi masa depan. Kita harus memastikan investasi itu terjaga dengan baik,” tambahnya.

Kritik dari Dewan Pendidikan ini kembali menegaskan tantangan lama yang belum juga tuntas, ketimpangan kualitas pendidikan akibat infrastruktur yang buruk.

Kabupaten Sampang, dengan sejumlah desa terpencil, sering kali menghadapi kendala pembangunan yang berlarut-larut.

Dengan adanya alokasi anggaran yang ada, publik pun menanti langkah nyata pemerintah daerah dalam menetapkan prioritas serta konsistensi pengawasan pembangunan.

Sebab, bagi anak-anak di sekolah pedesaan, ruang kelas bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pintu pertama menuju masa depan mereka. ***

Tinggalkan Balasan

2