BeritaPeristiwa

Enam Nelayan Terdampar di Perairan Sumenep Selamat

297
×

Enam Nelayan Terdampar di Perairan Sumenep Selamat

Sebarkan artikel ini
Foto: Korban (hem kotak) yang terombang-ambing di laut selama dua hari setelah kapal mereka mengalami kerusakan. @by_News9.id
Foto: Korban (hem kotak) yang terombang-ambing di laut selama dua hari setelah kapal mereka mengalami kerusakan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Enam orang nelayan ditemukan selamat setelah terdampar di perairan Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Kamis (27/3/2025).

Para korban terombang-ambing di laut selama dua hari setelah kapal mereka mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam.

Insiden itu bermula pada Senin (24/3/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat kapal motor Bintang Sempurna yang dinakhodai oleh Moh. Sai (55) berangkat dari Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Kapal tersebut membawa 220 m³ kayu gelam milik seorang pengusaha bernama Rusdi dari Desa Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Namun, pada Selasa pagi (25/3/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, pompa air kapal mengalami kerusakan hingga tujuh kali, menyebabkan kapal tak lagi bisa dikendalikan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal akhirnya tenggelam di perairan sekitar Pulau Giliyang, 23 mil dari bibir pantai.

Dalam situasi darurat, keenam awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan mengikat kayu dan jeriken sebagai pelampung darurat.

Mereka bertahan di tengah laut selama dua hari, menghadapi ombak besar tanpa makanan dan minuman.

Pada Kamis pagi (27/3/2025) sekitar pukul 07.30 WIB, Jupri (30), seorang nelayan dari Dusun Kalowang, Desa Kalikatak, bersama rekannya Danil (33), menemukan keenam korban saat hendak melaut.

Para korban terlihat melambaikan bendera darurat sebagai tanda meminta pertolongan.

Jupri segera mendekati mereka dan mengevakuasi para korban ke rumah seorang warga setempat, Mukaid (50), di Dusun Nyamplong Ondung.

Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat namun mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kangean.

Saat pihak kepolisian tiba di lokasi, para korban telah dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Arjasa untuk observasi medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mereka dalam kondisi baik secara fisik, meskipun mengalami trauma psikologis.

Kanit Intel Polsek Kangean kemudian melakukan interogasi terhadap Moh. Sai selaku nakhoda untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Selanjutnya, kasus tersebut ditangani oleh Basarnas Kabupaten Sumenep guna proses lebih lanjut.

Tindakan yang Diambil diqntanya, Mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi dan korban, melakukan observasi kesehatan terhadap korban, dan menyerahkan kasus kepada Basarnas Kabupaten Sumenep, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

Petugas yang hadir dalam penyelamatan itu antara lain Kapolsek Kangean, Iptu Datun Subagyo, beserta empat personel Polsek Kangean, serta perangkat Desa Kalikatak.

Beruntung, keenam nelayan berhasil selamat dari musibah tersebut.

Kejadian itu menjadi pengingat pentingnya persiapan keselamatan dalam pelayaran, terutama bagi para nelayan dan awak kapal yang kerap menghadapi tantangan di tengah laut. ***

Tinggalkan Balasan

>