BeritaDaerah

HMI Jatim Kecam Trans7, Sebut Narasi Tayangan Lecehkan Kiai dan Pesantren Lirboyo

480
HMI Jatim Kecam Trans7, Sebut Narasi Tayangan Lecehkan Kiai dan Pesantren Lirboyo
FOTO: Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan Badko HMI Jatim, Moh. Agus Efendi. Selasa (14/10). @by_News9.id

SURABAYA, NEWS9 – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur mengecam keras stasiun televisi Trans7 atas munculnya narasi yang dinilai melecehkan kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Mereka menilai tayangan tersebut tidak hanya menyinggung satu lembaga, melainkan juga merendahkan seluruh komunitas santri dan pesantren di Indonesia.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat dan Keagamaan Badko HMI Jatim, Moh. Agus Efendi, mengatakan narasi yang disampaikan dalam tayangan itu telah melukai perasaan kalangan pesantren.

“Pelecehan ini tidak hanya ditujukan kepada Lirboyo, tetapi juga kepada seluruh pesantren dan para kiai yang selama ini menjadi penjaga moral bangsa. Ini bentuk penghinaan terhadap simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (14/10).

Agus menilai pernyataan atau penyajian konten seperti itu berpotensi merusak citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat.

Ia menegaskan, media massa seharusnya berperan sebagai sarana pendidikan publik, bukan malah menjadi sumber provokasi dan pelecehan terhadap lembaga keagamaan.

Sebagai bentuk protes moral, Badko HMI Jatim menyerukan boikot terhadap seluruh tayangan Trans7.

Dalam seruan yang mereka sebut sebagai “Perlawanan”, organisasi mahasiswa Islam ini meminta masyarakat, khususnya kalangan santri dan alumni pesantren, untuk tidak memberi ruang bagi stasiun televisi tersebut.

“Kami menyerukan secara terbuka kepada masyarakat santri agar memberikan kecaman menyeluruh. Permintaan maaf saja tidak cukup jika sebelumnya sudah menyakiti perasaan para kiai, santri, dan alumni pesantren,” kata Agus.

Ia menegaskan bahwa seruan boikot ini bukan sekadar bentuk kemarahan, melainkan langkah moral untuk mengingatkan media agar lebih berhati-hati dalam menarasikan isu keagamaan.

Badko HMI Jatim juga mendesak Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius.

Mereka meminta lembaga pengawas media itu mengevaluasi tayangan Trans7 agar insiden serupa tidak kembali terulang.

“Media punya tanggung jawab sosial dan etika publik. Kiai dan pesantren adalah benteng peradaban bangsa. Siapa pun yang melecehkannya berarti melecehkan jantung moral Indonesia,” tutur Agus.

Ia menambahkan, HMI Jatim akan menempuh jalur hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh kader dan masyarakat pesantren untuk tetap tenang, namun tegas. Persoalan ini akan kami bawa ke pihak berwenang agar mendapat keadilan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Badko HMI Jawa Timur tersebut. ***

Exit mobile version