SUMENEP, NEWS9 – Krisis infrastruktur kembali mencoreng wajah pelayanan publik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pembangunan jalan di Dusun Jebbur, Desa Aeng Merrah, Kecamatan Batu Putih, menuai sorotan tajam setelah warga menemukan perbaikan hanya dilakukan di jalan utama, sementara jalan tengah dibiarkan rusak parah selama bertahun-tahun.
“Kondisinya sungguh miris. Jalan yang tengah-tengah itu tidak pernah diperbaiki, yang diaspal cuma jalan utama saja. Sudah bertahun-tahun tetap rusak parah,” ungkap seorang warga Aeng Merrah yang tak mau dipublis identitasnya dengan nada kecewa, Jumat (21/11/2025).
Warga lain menegaskan bahwa Dusun Jebbur merupakan kawasan padat penduduk, namun pengaspalan tetap hanya menyentuh satu titik saja.
“Apakah anggarannya tidak cukup? Kok cuma jalan utama yang dibenahi. Bagaimana dengan jalan tengah yang setiap hari dilewati warga?” keluhnya.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.
Bahkan, mereka mengaku sudah lupa kapan terakhir di dusun itu mendapat pengaspalan menyeluruh, karena saking lamanya tidak tersentuh perbaikan.
Lebih mengejutkan lagi, warga baru mengetahui bahwa proyek jalan tersebut menggunakan dana APBN atau APBD, namun hanya difokuskan pada satu segmen jalan.
“Kalau uangnya memang tidak cukup, ya jangan diaspal sebagian. Filosofinya, kalau anggaran turun, semua titik yang rusak harus diperbaiki, bukan cuma jalan utama saja. Apakah memang juknis dari pemerintah daerah seperti itu?” kritik warga dengan nada geram.
Melalui News9.id, masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Sumenep turun gunung melihat langsung kondisi jalan di kampung-kampung.
Bahkan, mereka menegaskan banyak titik yang sudah rusak parah namun seolah luput dari perhatian.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Aeng Merrah, Asnawi, belum memberikan keterangan meski pesan konfirmasi telah terbaca dengan tanda centang dua biru. ***












