OPININEWS9 – Bayangkan seorang nenek yang mulai kesulitan melihat tulisan kecil di layar ponselnya. Dulu, ia mungkin harus meminta bantuan anak atau cucunya hanya untuk mencari informasi. Kini, cukup dengan berbicara, ia bisa mengoperasikan gawai. Di sinilah kecerdasan buatan (AI) perlahan masuk ke kehidupan lansia Indonesia.
Perubahan ini menjadi semakin penting karena Indonesia telah memasuki era ageing population. Berdasarkan data terbaru BPS tahun 2026 yang saya dapatkan, jumlah lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau 11,97% dari total penduduk. Menariknya, kepemilikan gawai di kalangan lansia telah mencapai 52,23%, sementara penetrasi internet mencapai 34%. Artinya, teknologi semakin dekat dengan kehidupan mereka.
AI dapat membantu lansia menjalani hidup dengan lebih mandiri. Fitur voice command memudahkan mereka yang mengalami penurunan penglihatan atau kemampuan motorik untuk menggunakan gawai, menikmati hiburan, hingga beribadah secara digital. Di penting seperti kesehatan, perangkat seperti smartwatch dengan pendeteksi detak jantung abnormal dan pengingat obat pintar juga dapat membantu. Bukan lagi seperti di film, robot pendamping adaptif sudah ‘lahir’ dan bahkan berpotensi mengurangi kesepian, sementara AI dapat membantu mendeteksi lebih dini penyakit seperti demensia atau Alzheimer.
Namun, harus disadari bahwa kemudahan tersebut datang bersama risiko. Rendahnya digital skill dan digital safety, sebagaimana terlihat dalam IMDI, membuat lansia rentan terhadap penipuan. Deepfake video atau kloning suara yang menyerupai anggota keluarga dapat digunakan untuk memanipulasi mereka. Ini sangat bahaya, apalagi jika dalam kondisi minim literasi.
Karena itu, AI seharusnya tidak boleh menggantikan manusia. Lansia Indonesia tetap membutuhkan percakapan, perhatian, sentuhan, dan kehangatan keluarga. Pemerintah, keluarga, dan pengembang teknologi perlu bersama-sama meningkatkan literasi digital melalui pendekatan yang sederhana dan ramah lansia.
Jadi, AI dapat diperlakukan sebagai mitra menuju healthy aging, selama teknologi digunakan untuk membantu manusia, bukan menggantikan kemanusiaan itu sendiri.(AW.AI-100820261). ***
Penulis : Aries Widojoko,
Editor : Redaksi
Sumber Berita: https://News9.id









