BeritaDaerah

Komunitas Tabur Baik Gandeng Naghfir’s Institute Luncurkan Program PEKA Bersama 9 Pelopor Kebaikan

52
Komunitas Tabur Baik Gandeng Naghfir's Institute Luncurkan Program PEKA Bersama 9 Pelopor Kebaikan
FOTO: Totok Iriyanto (kiri), salah seorang 9 Pelopor Kebaikan yang menerima penghargaan Naghfir's Institute Awards 2026. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Melalui momen bulan Ramadhan 1447 H yang dikenal dengan bulan Kebaikan, Komunitas Tabur Baik menggandeng Naghfir’s Institute melaunching program “PEKA” atau ‘Pelopor Kebaikan‘.

Hal itu ditandai dengan memberikan apresiasi kepada 9 Pelopor Kebaikan dengan tajuk “Naghfir’s Institute Awards 2026” pada Kamis (5/3) sore di kantor Naghfir’s Institute Batuan – Sumenep.

Yudi Ananta, Founder Komunitas Tabur Baik mengatakan pihaknya mengapresiasi sejumlah warga masyarakat di Kabupaten Sumenep yang selama ini konsisten menebar kebaikan tanpa pamrih dengan piagam penghargaan dan tali asih yang didukung serta diserahkan langsung oleh Dr. Naghfir, S.HI. S.H., M.Kn. selaku Direktur Eksekutif Naghfir’s Institute.

“Sebenarnya apresiasi yang diberikan kepada 9 Pelopor Kebaikan ini tidak sebanding dengan Tabur Baik yang beliau-beliau lakukan secara konsisten hingga sekarang. Dengan hati ikhlas untuk melayani masyarakat dan bermanfaat buat sesama sudah menjadi nafas serta cahaya kebaikan dalam diri yang tak kan pernah padam,” ungkapnya.

Menurut Pria yang dikenal “Pencetus Hari Sales Sedunia” itu juga memaparkan, melalui momen Komunitas Tabur Baik yang sebelumnya juga sudah meluncurkan ‘Mobil Baik‘ ingin membudayakan sifat “PEKA” atau peduli sesama serta memiliki empati yang tinggi terhadap kondisi yang ada di lingkungan sekitar terutama pada generasi muda.

“Memiliki kepekaan sosial yang tinggi pada setiap individu tidak langsung hadir dan melekat dalam jiwa, tapi itu membutuhkan latihan serta tempaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Hal senada diamini oleh Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn yang tidak ragu lagi mengganjar piagam penghargaan kepada sejumlah warga masyarakat Kabupaten Sumenep yang memiliki kepekaan sosial tinggi untuk selalu bermanfaat buat sesama.

“Bagi mereka yang mempunyai jiwa sosial diatas rata-rata sebenarnya tidak membutuhkan pengakuan atau apresiasi. Namun, pihaknya melalui Naghfir’s Institute ingin mengetuk hati masyarakat khususnya generasi muda agar mau belajar dan mentauladani sikap kepedulian sosial yang dilakukan oleh 9 Pelopor Kebaikan tersebut,” terangnya.

Pria yang juga Ketua DPC ISSITA Kabupaten Sumenep ini menambahkan, sebelum memilih “9 Pelopor Kebaikan“, pihaknya telah melakukan seleksi kepada sosok yang memang memiliki semangat juang tinggi dalam mengobarkan nilai-nilai luhur untuk konsisten menebar kebaikan dan bermanfaat buat sesama dalam hidupnya.

Adapun kesembilan “Pelopor Kebaikan” tersebut berasal dari berbagai macam profesi dan keahlian mulai dari budayawan Madura, sopir ambulan, guru ngaji, penggali kuburan, juru sampah, guru TK, guru Madrasah, pengumpul sampah, dan ojek online. ***

Exit mobile version