BeritaDaerah

Kunjungan Monev EY Business Consulting Risk India dan PT Biru Karbon Nusantara Dorong Kesejahteraan Berkelanjutan Bioslurry di Madura

274
×

Kunjungan Monev EY Business Consulting Risk India dan PT Biru Karbon Nusantara Dorong Kesejahteraan Berkelanjutan Bioslurry di Madura

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ketua Pelaksana Pengabdian, Sri Ratna Triyasari, saat mendampingi monitoring dan evaluasi (monev) pemanfaatan Biogas Sistema oleh EY Business Consulting Risk India. @by_News9.id
FOTO: Ketua Pelaksana Pengabdian, Sri Ratna Triyasari, saat mendampingi monitoring dan evaluasi (monev) pemanfaatan Biogas Sistema oleh EY Business Consulting Risk India. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS – Ketua Pelaksana Pengabdian, Sri Ratna Triyasari, SP., MP., dari Program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mendampingi kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pemanfaatan Biogas Sistema oleh EY Business Consulting Risk India yang diwakili Mr. Sajal Kumar Singh, bersama PT Biru Karbon Nusantara, pada Kamis (14/8/2025) di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Pangelaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pemanfaatan teknologi biogas berjalan efektif, memberi manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan di desa.

Di Desa Rek Kerrek, biogas yang dihasilkan dimanfaatkan oleh BUMDes sebagai bahan bakar kompor untuk berbagai kegiatan produktif, mulai dari pengolahan pakan ternak sapi hingga produksi keripik singkong, yang menjadi salah satu produk unggulan desa.

Tidak hanya itu, hasil samping dari proses biogas berupa bioslurry juga dikelola secara optimal.

Bioslurry cair dan padat dimanfaatkan di lahan pertanian warga untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperbaiki struktur tanah.

Dampaknya, hasil panen meningkat sekaligus menekan biaya produksi pertanian.

Menurut Sri Ratna Triyasari, program ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna dapat menggerakkan roda perekonomian desa.

“Pemanfaatan biogas dan bioslurry bukan hanya sekadar mengolah limbah menjadi energi dan pupuk, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan manfaat ini terus berlanjut dalam jangka panjang,” ujarnya.

FOTO: Mr. Sajal Kumar Singh, bersama PT Biru Karbon Nusantara, di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Pangelaan, Kabupaten Pamekasan. @by_News9.id
FOTO: Mr. Sajal Kumar Singh, bersama PT Biru Karbon Nusantara, di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Pangelaan, Kabupaten Pamekasan. @by_News9.id

Kunjungan monev itu juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan antara pihak internasional, perusahaan nasional, pemerintah desa, dan kelompok tani setempat.

Dengan sinergi tersebut, Desa Rek Kerrek diharapkan dapat menjadi model percontohan pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan di Madura. ***

Tinggalkan Balasan

>