BeritaKesehatan

Menkes Turun Tangan Atasi KLB Campak di Sumenep

333
×

Menkes Turun Tangan Atasi KLB Campak di Sumenep

Sebarkan artikel ini
FOTO: Menkes Budi saat meninjau kegiatan imunisasi di TK Islam Integral Qurrota A’yun, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep. @by_News9.id
FOTO: Menkes Budi saat meninjau kegiatan imunisasi di TK Islam Integral Qurrota A’yun, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep pada Kamis (28/8/2025) pagi.

Kunjungan itu untuk memastikan langsung pelaksanaan imunisasi campak sebagai langkah percepatan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di daerah tersebut.

Data Dinas Kesehatan mencatat, hingga Agustus 2025, jumlah penderita campak di Sumenep mencapai 2.321 kasus, dengan 20 anak dilaporkan meninggal dunia.

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi yang tepat. Ini penting sebagai upaya pencegahan sekaligus penyelamatan nyawa,” tegas Menkes Budi saat meninjau kegiatan imunisasi di TK Islam Integral Qurrota A’yun, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep.

Menkes menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang dinilai responsif dalam menangani KLB campak dengan menggelar imunisasi massal serentak di seluruh wilayah Sumenep.

“Pelaksanaan imunisasi massal secara serentak adalah langkah konkret yang patut didukung penuh, karena ini melindungi anak-anak dari bahaya campak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menkes juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan orang tua murid, sembari menegaskan pentingnya peran semua pihak, termasuk media, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat imunisasi.

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi palsu (hoaks) seputar vaksinasi.

Menurutnya, imunisasi terbukti efektif menjaga kekebalan tubuh anak dan mencegah penyebaran penyakit berbahaya.

“Imunisasi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan anak-anak. Jangan terpengaruh hoaks yang justru membahayakan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa program imunisasi massal hanya akan berhasil dengan keterlibatan seluruh pihak.

“Kami mengajak instansi pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat bergotong royong menyukseskan imunisasi ini demi menciptakan masyarakat Sumenep yang sehat dan sejahtera,” tegas Fauzi.

Dirinya memastikan imunisasi diberikan secara gratis di seluruh fasilitas kesehatan, mulai Puskesmas, Posyandu hingga sekolah-sekolah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di Kabupaten Sumenep berlangsung selama dua minggu sejak 25 Agustus 2025.

Hingga saat ini, diketahui sebanyak 16.242 anak telah menerima vaksin campak. ***

Tinggalkan Balasan

>