BeritaPemerintahan

Merajut Budaya, Kepemimpinan, dan Semangat Gotong Royong di Hari Jadi ke-756

140
×

Merajut Budaya, Kepemimpinan, dan Semangat Gotong Royong di Hari Jadi ke-756

Sebarkan artikel ini
Merajut Budaya, Kepemimpinan, dan Semangat Gotong Royong di Hari Jadi ke-756
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., saat bertindak sebagai Inspektur Upacara. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar apel kolosal penuh makna untuk memperingati tiga momentum bersejarah sekaligus Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756, Hari Sumpah Pemuda ke-97, dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Jumat (31/10/2025).

Acara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumenep itu menghadirkan suasana megah dan penuh nilai budaya.

Panggung besar berdiri kokoh memadukan unsur tradisi, kepemimpinan, dan semangat pembangunan daerah.

Sebelum apel dimulai, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., menyerahkan bantuan sosial kepada anak yatim sebuah langkah kemanusiaan yang menjadi pembuka acara dengan nuansa haru dan kepedulian sosial.

Apel kolosal dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Camat, serta diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga organisasi masyarakat.

Lapangan utama tampak semarak dengan busana khas Keraton Sumenep, diiringi alunan musik tradisional tong-tong Baladewa dan tarian khas Madura yang menggugah kebanggaan daerah.

Camat Talango, Nur Habibie, dipercaya sebagai Komandan Upacara, sementara KH. Imam Hasyim bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan menggunakan bahasa Madura, menegaskan komitmen Pemkab dalam melestarikan identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Merajut Budaya, Kepemimpinan, dan Semangat Gotong Royong di Hari Jadi ke-756
FOTO: Apel kolosal yang dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Camat, serta diikuti ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga organisasi masyarakat. @by_News9.id

Dalam sambutannya, Wabup KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa peringatan tiga momentum besar itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi tentang sinergi antara budaya, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang berdaya saing.

“Sumenep bukan hanya menyimpan sejarah, tetapi juga visi masa depan. Kita ingin daerah ini tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Madura dengan landasan budaya yang kuat,” ujar Imam Hasyim di hadapan peserta apel.

Ia juga mengungkapkan keberhasilan Pemkab Sumenep dalam meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan tahun berturut-turut, serta sembilan penghargaan nasional yang menjadi bukti nyata budaya integritas di tubuh birokrasi.

“Akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan. Ini adalah tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyat bahwa setiap rupiah harus kembali dalam bentuk manfaat nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Imam Hasyim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong sebagai pilar pembangunan sosial.

“Hari Jadi Sumenep harus menjadi momentum memperkuat gotong royong. Karena tanpa sinergi, tidak akan ada kemajuan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai sumber energi ekonomi kreatif.

Menurutnya, sektor pariwisata, UMKM, dan industri lokal memiliki potensi besar untuk menjadikan Sumenep sebagai kabupaten unggulan di Jawa Timur.

“Kuda Terbang dalam lambang Sumenep melambangkan semangat masyarakat Madura yang tangguh dan adaptif. Semangat ini harus menjadi energi untuk menggerakkan sektor budaya, pariwisata, dan UMKM,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>