BeritaDaerah

Musda KNPI Sumenep Tanpa Kepastian, Isu Perpanjangan Jabatan Ketua Menguat

263
×

Musda KNPI Sumenep Tanpa Kepastian, Isu Perpanjangan Jabatan Ketua Menguat

Sebarkan artikel ini
FOTO: Saiful Harir, Ketua KNPI Kabupaten Sumenep. @by_News9.id
FOTO: Saiful Harir, Ketua KNPI Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pamflet bertuliskan “Coming Soon Musda” dengan gambar catur beredar di sejumlah grup WhatsApp para pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Sumenep.

Namun, Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumenep yang seharusnya sudah digelar hingga Juli 2025 ini, tak kunjung terlaksana.

Bahkan terkait Musda sampai saat ini pun masih belum terbetuk kepanitiaan tau-tau ketua KNPI Sumenep mengirim di grup ketua OKP pamflet coming soon tersebut.

Pamflet tersebut diduga kuat memang segaja dikeluarkan seolah-olah hanya ingin mengelabui pelaksanaan Musda.

Informasi yang diterima menyebutkan, Ketua KNPI Sumenep bakal mengajukan perpanjangan masa jabatan, meski kepengurusan periode saat ini sudah resmi berakhir.

Padahal, berdasarkan hasil Rapimpurda di Malang yang dihadiri sejumlah OKP, Musda seharusnya digelar pada Mei 2025 lalu.

Fakta itu memicu kegelisahan di kalangan OKP yang bernaung di bawah KNPI Sumenep.

Bahkan, muncul dugaan, penundaan Musda sengaja dilakukan demi kepentingan segelintir pihak, termasuk menyiapkan calon ‘titipan’ untuk melanggengkan kekuasaan.

Asmuni, salah satu anggota OKP aktif di Sumenep, terang-terangan melontarkan kritik pedas atas sikap Ketua KNPI yang dinilai tidak transparan dan mengabaikan regenerasi kepemimpinan.

“Kemarin sempat beredar pamflet Musda di grup WhatsApp para ketua OKP. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kapan sebenarnya Musda ini mau digelar?” ujar Asmuni, Jumat (7/7/2025).

Ia menilai, molornya Musda sarat dengan manuver politik tersembunyi.

“Apa memang sengaja diulur-ulur untuk menyiapkan calon ‘pesanan’? Atau jangan-jangan masih keenakan menjabat sebagai ketua?” sindirnya tajam.

Menurutnya, ketidakpastian Musda menjadi bukti kegagalan pengurus KNPI Sumenep dalam menjalankan amanah organisasi.

Jika situasi tersebut terus dibiarkan, ia khawatir KNPI Sumenep kehilangan marwahnya sebagai wadah utama aspirasi pemuda.

“Masa jabatan sudah habis, seharusnya segera ada Musda. Ini bukan soal rebutan kursi, tapi estafet kepemimpinan harus jalan. Kalau dibiarkan, KNPI hanya akan jalan di tempat, bahkan mati suri,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Sumenep belum memberikan klarifikasi resmi terkait penundaan Musda dan pamflet ‘Coming Soon Musda’ yang ramai beredar. ***

Tinggalkan Balasan

>