Nakes 14 Kecamatan di Sampang Mengadu ke DPRD, Dugaan Diskriminasi Usulan PPPK Mencuat

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Belasan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sampang, Madura, mendatangi DPRD setempat, Karna diusulkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Senin (22/9). @by_News9.id

FOTO: Belasan tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sampang, Madura, mendatangi DPRD setempat, Karna diusulkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Senin (22/9). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Belasan tenaga kesehatan (nakes) dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendatangi kantor DPRD setempat, Senin, (22/9).

Mereka mengadu lantaran tidak diusulkan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang dalam proses pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Audiensi berlangsung di ruang Komisi Besar DPRD Sampang. Para nakes diterima Wakil Ketua DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni, bersama pimpinan Komisi I dan IV.

Baca Juga:  Korban Kecelakaan yang Dikabarkan Meninggal Dunia Selamat

Hadir pula Sekretaris Dinkes dan KB beserta jajaran, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), serta sejumlah kepala puskesmas.

Seorang nakes dari Kecamatan Karang Penang mengaku sudah melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan menyerahkan berkas fisik.

Namun, namanya bersama enam rekan lain justru ditandai merah dalam sistem usulan.

“Patut diduga ada tendensi tertentu. Data kami lengkap, tapi tidak diusulkan,” ujarnya.

Nada lebih keras terdengar dari perwakilan nakes Puskesmas Sokobanah. Ia menilai kebijakan Dinkes dan KB diskriminatif.

“Kami sudah puluhan tahun mengabdi. Ini bukan soal gagal seleksi, tapi memang tidak diusulkan meski data lengkap dan sudah disetor. Ini bentuk diskriminasi dan kezaliman,” katanya.

Para nakes juga menyebut adanya ancaman pencabutan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi yang memprotes kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Garuda Revolusi Pemuda Madura DPD Tragah Gelar Santunan Bulanan untuk Anak Yatim Piatu

Wakil Ketua DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni, menyesalkan ketidakhadiran Kepala Dinkes dan KB dalam audiensi.

“Kehadiran kepala dinas penting karena ia pihak yang paling bertanggung jawab. Tanpa itu, hasil audiensi belum maksimal,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, dari forum itu terungkap adanya dugaan intervensi dalam proses pengusulan PPPK nakes.

Baca Juga:  Satu Bocah Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, BPBD Terjunkan Tim SAR Gabungan

Ia berjanji DPRD akan mendorong penyelesaian masalah ini hingga tuntas dan transparan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pelaku seorang ASN berinisial S, yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep, @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

ASN DPUTR Sumenep Diduga Aniaya Warga, Korban Malah Dilaporkan Balik

Minggu, 9 Agu 2026 - 19:14 WIB

FOTO: Pria terduga pelaku saat diamankan aparat kepolisian. @by_News9.id

PERISTIWA

Perempuan Asal Songgon Tewas di Rumah Pasangan Siri

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:04 WIB